Sebenarnya, Islam sendiri mendorong kepada kita untuk menghindari sikap irrasional (tidak masuk akal), seruan Islam adalah rasional dan kritis. [1] Manusia sekalian dianjurkan untuk memberdayakan potensi akal guna memikirkan secara serius dan memberikan pertimbangan-pertimbangan berdasarkan keputusan akal itu terhadap sesuatu, terutama persoalan-persoalan yang ada dalam wilayah yang terpikirkan. Pemberdayaan potensi akal secara maksimal, bagaimanapun secara otomatis dan spontan akan menumbuhkan sikap kritis, sebab akal tidak bisa dipaksa untuk menerima sesuatu yang bertentangan dengannya sendiri. Paling mungkin akal hanya dipaksa untuk menerima sesuatu yang belum dapat dijangkaunya. Akal akan senantiasa mengoreksi terhadap sesuatu yang dipandang menyimpang dan salah. Seruan normatif untuk bersikap kritis dan Islam ini semestinya dijadikan pijakan inspiratif dalam membangun setiap disiplin ilmu, baik hukum Islam, ekonomi Islam, sosiologi Islam, politik Islam, maupun pendidikan I...