Thursday, October 19, 2017

Ruang Lingkup Kekuasaan dan Kehendak Allah SWT



Hubungan Antara kekuasaan dan Kehendak Allah SWT


Berkenaan dengan kehendak Tuhan, terdapat pelbagai ayat yang menyatakan bahwa Allah SWT melakukan apa pun yang Dia kehendaki. Halnya bukanlah bahwa jika  Allah SWT menghendaki sesuatu, mungkin saja hal itu tidak dilaksanakan –Nya.

Kehendak Tuhan senantiasa efektif, dan ketika pelaksanaan dari sesuatu dikehendaki oleh Allah  SWT, hal itu akan dilaksanakan. Berikut adalah ayat – ayat tentang kehendak Allah, itu:… Allah Swt melakukan apa yang Dia kehendaki  dan… sesungguhnya Allah SWT melakukan apa yang Dia kehendaki.

Allah SWT Tidak Menghendaki yang Mustahil



Dalam Persoalan ini, pelbagai pertanyaan timbul. Misalnya, Dapatkah Allah SWT. Menghasilkan sesuatu yang mustahil atau tidak mungkin? Dapatkah Dia menciptakan Allah lain seperti diri-Nya? Dapatkah Dia memberikan sesuatu yang Dia miliki? Kepada salah satu mahkluknya, sehingga Dia kehilangan segalanya? Dapatkah Dia memasukkan sebuah gunung kedalam Atom atau katakanlah dalam sebutir telur ayam, dan sebagainya. Artinya, Apakah kita mesti membayangkan bahwa makna dari ucapan : Dia mampu melakukan apa saja, adalah bahwa dia harus mampu melakukan hal-hal yang demikian itu, dan jika tidak dapat melakukannya, Kemampuan-Nya, terbatas.

Dengan maksud memberikan jawaban yang logis terhadap pertanyaan-pertanyaan ini, sebuah penjelasan singkat tentang konsep kemampuan sangatlah diperlukan. Dengan mengatakan bahwa seseorang mampu melakukan sesuatu  atau menciptakan sesuatu, kita memaksudkan bahwa sesuatu  dapat diciptakan atau dilakukan, tetapi memerlukan kekuasaan untuk membawa hal yang dapat diwujudkan dan dilaksanakan. Dengan menggunakan istilah teknis, kita mengatakan bahwa sesuatu yang bergantung pada kekuasaan haruslah sesuatu yang mungkin. Kemampuan berarti melakukan apa yang mungkin dilakukan.

Kesimpulannya adalah bahwa kemampuan tidak meliputi hal yang mustahil “Mungkinkah menciptakan sesuatu yang mustahil?” adalah pertanyaan yang salah, karena bertentangan dengan dirinya sendiri. Jika suatu hal mustahil ada, bagaimana ia diharapkan ada? Dengan kata lain, kemampuan bergantung pada “Sesuatu”, ia adalah “tidak ada”. Jadi, ketika mengatakan bahwa Allah Swt. Dapat melakukan “ segala sesuatu”, kita harus ingat bahwa hal yang mustahil bukanlah “sesuatu”. Sesuatu adalah hal yang dapat ada atau yang mungkin dilakukan.


Disini, pertanyaan lain mungkin diajukan : terdapat banyak hal yang dianggap mustahil dan tidak bergantung pada kekuasaan tetapi kita melihat atau mendengar bahwa mereka telah dilakukan oleh Allah Swt. Misalnya, jika dikatakan bahwa kobaran api yang besar telah diubah menjadi taman bunga yang sejuk, kita akan mengatakan, mustahil! Api membakar bunga, tidak pernah berubah menjadi bunga. Bagaimana mungkin kobaran api berubah menjadi taman bunga? Ini mustahil, tetapi kita betul-betul mengetahui bahwa Allah Swt. Telah mengubah api, tempat nabi Ibrahim As dilemparkan, menjadi sebuah taman bunga. 
Bersambung..........