Monday, October 23, 2017

Perumpamaan sebagai penjelas sesuatu yang samar

Ketika Allah SWT ingin menjelaskan sesuatu masalah yang masih samar bagi sebagian manusia, Dia menerangkannya dengan perumpamaan yang mereka ketahui, karena itulah Allah SWT membuat perumpamaan tersebut. Perumpamaan adalah mendatangkan sesuatu yang telah terjadi, kemudian hal itu diucapkan dengan perkataan yang indah , padat dan deskriptif. 


Selanjutnya ucapan tadi diambil dan dipergunakan pada setiap situasi yang mempunyai kemiripan dengan keadan ketika perumpamaan itu diucapkan. Sinonim kata “مثل“ dan “مثل“ ini adalah “شبه“ dan “شبه“ yang artinya adalah perumpamaan dan seperti. Maksudnya adalah sesuatu yang masih samar dalam pikiran pendengar, ingin dijelaskan oleh pembicara dengan sesuatu yang telah diketahui.

Ketika sesuatu yang rasional itu lebih tersembunyi atau samar dari sesuatu yang dapat dipersepsikan melalui indra, maka pembicara berusaha menjelaskan sesuatu yang rasional dengan sesuatu yang dapat diraba dengan indra. Misalnya, seorang penyair ingin menggambarkan kepada kita tentang retaknya hati setelah hati itu pernah saling kasih-mengasihi, ia berkata:       

“jika hati telah kehilangan rasa kasih sayangnya seperti kaca pecah yang akan sangat sulit menyatukannya.” 


Maksudnya, tidak dapat dipaksa. Anda tidak dapat melihat pertentangan yang terjadi antara dua hati. Ini adalah masalah ghaib, yang jauh dari jangkauan indra, karena apa yang terjadi dari kedua belah pihak tersebut tidak dapat dilihat. Keretakan hati tidak dapat dilihat karena ia merupakan masalah ghaib. Hal itu oleh penyair dijelaskan dengan sesuatu yang dapat digambarkan.