Sunday, October 1, 2017

Karateristik Pondok Pesantren Menurut Para Ahli

Karateristik Pondok Pesantren Menurut Para Ahli


Berangkat dari telaah definitive tentang pesantren di atas, ada satu hal yang disepakati para pakar khususnya dalam tinjauan histories, bahwa pesantren adalah salah satu bentuk kebudayaan asli (indegenous culture) Indonesia. Dan pondok pesantren merupakan bentuk pendidikan Islam tertua Indonesia yang khas. hal ini dalam perjalanan sejarahnya telah menjadi obyek penelitian para sarjana yang mempelajari Islam di Indonesia. Maka tidak heran bila pesantren dikatakan sarat dengan aneka pesona, keunikan, kekhasan, karateristik tersendiri yang tidak dimiliki oleh institusi lainnya.

Pondok pesantren (pondok pesantren) merupakan pendidikan Islam yang unik, sebab sifat kulturalnya yang tradisional tetap dapat eksis di era modern. Oleh karena itu, untuk memahami stereotype  pondok pesantren, KH. Yusuf Hasyim melihat kekhasan pesantren-pesantren secara fungsional sebagai institusi yang meliputi fungsi pendidikan, dakwah, kemasyarakatan dan bahkan perjuangan (sejak zaman kolonial). Selanjutnya Mukti Ali mengidentifikasi beberapa karateristik yang menjadi ciri kahas pesantren sebagai berikut:

1.    Adanya hubungan yang akrab antara Kiyai dan santri, hal ini karena mereka tinggal di pondok

2.    Tunduknya santri pada Kiyai.

3.    Hidup hemat dan sederhana benar-benar dilakukan di pesantren

4.    Semangat menolong diri sendiri amat terasa dan kentara di kalangan santri di pesantren.

5.    Jiwa tolong menolong dan suasana persaudaraan mewarnai pergaulan di pondok pesantren.

6.    Kehidupan berdisiplin sangat ditekankan dalam kehidupan pesantren.

7.    Berani menderita untuk mencapai suatu tujuan adalah salah satu pendidikan yang diperoleh santri di pesantren.

8.    Kehidupan agama yang baik dapat diperoleh di pesantren.

Senada dengan hal itu, Alamsyah Ratu Prawiranegara juga mengemukakan kekhasan pesantren sebagai berikut:

1.    Berdiri sendiri, pondok pesantren selalu berdasarkan pada kemampuan sendiri.

2.    Pimpinan yang tunggal, kiyai sangat besar pengaruhnya terhadap diri santri (kehidupan).

3.    Sistem hidup bersama, hal ini menggambarkan kerukunan antar warga pondok pesantren.

4.    Sifat kegotong royongan.

5.    Motivasi yang terarah, para santri yang biasanya berasal dari keluarga yang taat beragama adalah mereka yang sadar ingin memperdalam ilmu agama.

Kedua identifikasi karakteristik pondok pesantren di atas, hanya melihat dari aktifitas dan kegiatan sehari-hari penghuni pondok pesantren. Lain halnya dengan Imam Bawani, menteorikan ciri khas pesantren dalam kacamata sistem dan falsafahnya, adapun ciri khas menurut dia ialah:

a.    Falsafah pesantren berciri ahlu sunnah wal jamaah bersifat tradisi

b.    Kurikulum pesantren hanya seputar ilmu-ilmu agama

c.    Metode pengajaran pesantren yang klasikal

d.    Sarana pesantren yang pada umumnya sederhana

e.    Lingkungan pesantren kebanyakan daerah pedesaan

f.     Hubungan antara kiyai dan antara santri membentuk jalinan geneologi intelektual erah kekerabatan.

Berbagai karakteristik atau ciri khas pondok pesantren di atas menunjukkan bahwa lembaga pendidikan Islam ini merupakan pengembang Islam secara cultural, mengakar, dan pada umumnya sasaran binaannya adalah masyarakat grass root karena ditinjau dari sisi geografis bahwa pesantren kebanyakan pula di pedesaan. 

Akan tetapi, lewat perkembangan masyarakat baik secara kultural maupun peradaban, menuntut dan mendesak lembaga-lembaga pendidikan Islam merespon kemajuan tersebut. Pondok pesantren- salah satu lembaga pendidikan Islam- melakukan perbaikan dari segi suprastruktur maupun infrastruktur, dengan mengakomodir tuntutan global di samping mempertahankan nilai-nilai tradisional ajaran Islam. Dengan demikian, pondok pesantren banyak berdiri di daerah perkotaan mengingat fasilitas dan sarana lebih mendukung di daerah tersebut.

Baca Juga:
SISTEM PONDOK PESANTREN  

Pengertian dan Esensi Sumber Daya Manusia Pesantren