Monday, October 23, 2017

Hikmah Mengetahui Amsal Al-Qur'an

Menonjolkan sesuatu ma’qul (yang hanya bisa dijangkau, abstrak) dalam bentuk kongkrit yang bisa dirasakan manusia sehingga akal bisa menerimanya dengan mudah. Contohnya:

Allah SWT. memberikan contoh tentang orang yang menafkahkan hartanya dengan jalan riya’ dimana orang tersebut tidak akan mendapat pahala sedikitpun dari jalan tersebut.

“Maka perumpamaan itu seperti batu licin yang diatasnya terdapat tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat lalu menjadilah ia bersih, mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan.” (al-Baqarah: 264).


Menyingkapkan hakikat-hakikat dan mengemukakan sesuatu yang tidak tampak seakan-akan sesuatu itu tampak.

Contohnya:

“Mereka yang memakan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila.” (al-Baqarah: 275)

Mengumpulkan makna yang menarik lagi indah dalam ungkapan yang padat, seperti amsal kaminah dan amsal mursalah dalam ayat-ayat diatas.

Mendorong orang yang diberi masal untuk berbuat sesuai dengan isi masal, jika ia merupakan sesuatu yang disenangi jiwa.

Contohnya:

Allah SWT. membuat masal tentang orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah.

“Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir, pada tiap-tiap butir seratus biji, Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Ia kehendaki. Dan Allah Maha Luas karunia-Nya lagi Maha Mengetahui.” (al-Baqoroh: 261)

Menjauhkan (tanfir, kebalikan no. 4) jika isi masal berupa sesuatu yang dibenci jiwa. 

Contohnya:

“dan janganlah sebagian kamu, menggunjing sebagian yang lain, sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentu kamu merasa jijik kepadanya.” (al-Hujurat: 12)

Untuk memuji orang yang diberi matsal. Seperti firman-Nya tentang para sahabat:


“demikianlah perumpamaan mereka dalam Taurat dan perumpamaan mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah ia dan tegak lurus di atas pokoknya. Tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya, karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang Mukmin).”(al-Fath:2)

Untuk menggambarkan sesuatu yang mempunyai sifat yangdipandang buruk oleh orang banyak.

Contohnya:




“dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (al-Isra’: 32)

Amstal lebih berpengaruh pada jiwa, lebih efektif dalam memberikan nasehat lebih kuat dalam memberikan peringatan dan lebih dapat memuaskan hati.Ia berfirman: “dan sungguh kami telah membuat bagi manusia di dalam al-Quran ini setiap macam perumpamaan (matsal) supaya mereka mendapat pelajaran.” (az-Zumar: 27)