Friday, September 29, 2017

Pengertian dan Tujuan Pembelajaran Pendidikan Agama



Pengertian dan Tujuan Pembelajaran Pendidikan Agama

Untuk memahami pendidikan agama, terlebih dahulu harus dipahami pengertian dari pendidikan dan agama. “Pendidikan adalah segala usaha orang dewasa dalam pergaulan dengan anak-anak untuk memimpin perkembangan jasmani dan rohaninya kearah kedewasaan”. Sedangkan “Agama adalah suatu peraturan yang mendorong jiwa seseorang orang yang mempunyai akal, memegang peraturan tuhan dengan kehendaknya sendiri untuk mencapai kebaikan hidup didunia dan kebahagian kelak di akhirat”.
Pendidikan agama yang penulis maksudkan dalam pembahasan ini adalah Pendidikan Agama Islam. Pendidikan Agama Islam mempunyai banyak definisi. Menurut Muhammad Arifin yang menyatakan tentang  Pendidikan  Agama Islam adalah sebagai berikut :
Pendidikan Agama Islam adalah usaha orang dewasa muslim yang bertaqwa secara sadar mengarahkan dan membimbing pertumbuhan serta perkembangan fitrah (kemampuan dasar) anak didik melalui ajaran Islam ke arah titik maksimal pertumbuhan dan perkembangan.

Sedangkan Menurut Ahmad D. Marimba menyatakan tentang Pendidikan Islam adalah sebagai berikut : Pendidikan Agama Islam adalah suatu bimbingan baik jasmani dan rohani antau berdasarkan hukum-hukum Agama Islam menuju kepada terbentuknya kepribadian utama menurut ukuran dalam Islam.

Dan menurut Zakiah Daradjat dkk, menambahkan lagi pengertian dari Pendidikan Agama Islam adalah sebagai berikut: Pendidikan Agama Islam Islam ialah usaha berupa bimbingan dan asuhan terhadap anak didik agar kelak setelah selesai Pendidikannya dapat memahami dan mengamalkan Agama Islam serta menjadikannya sebagai pandangan hidup.

Dari beberapa pengertian di atas dapat di ambil kesimpulan bahwa Pendidikan Agama Islam adalah usaha sadar untuk membimbing, mangajar dan mengasuh anak didik dalam pertumbuhan jasmani dan rohani untuk mencapai tingkat kedewasaan sesuai dengan Ajaran Islam dan pada akhimya dapat mengamalkannya, serta menjadikan ajaran Islam sebagai pandangan hidupnya sehingga dapat mendatangkan keselamatan, kesejahteraan dan kebahagian baik di dunia maupun diakhirat. Dengan demikian Pendidikan Agama Islam adalah Pendidikan yang berdasarkan ajaran Islam. Artinya metode dan materi Pendidikan Agama Islam yang digunakan dalam pembelajaran yang sesuai dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah­.

Adapun mengenai tujuan pengajaran Pendidikan Agama Islam untuk terbentuknya peserta didik yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, berbudi pekerti yang luhur, dan memiliki pengetahuan yang cukup tentang Islam lainnya, sehingga dapat dijadikan bekal untuk mempelajari berbagai bidang ilmu atau mata  pelajaran tanpa terbawa oleh pengaruh-pengaruh negatif yang ditimbulkan oleh ilmu dan mata pelajaran tersebut.

Tujuan pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada umumnya adalah mempersiapkan anak-anak supaya kelak cakap melakukan pekerjaan yang akan membahagiakan dirinya sendiri  dan masyarakat, juga anak-anak dapat mengamalkan semua ajaran Islam, baik yang berhubungan dengan pribadi, masyarakat dan Agama. Tujuan khusus pembelajaran Pendidikan Agama adalah untuk membina atau mengubah perilaku siswa kedalam nilai-nilai Islam. Sedangkan tujuan umum Pendidikan Agama Islam adalah membentuk manusia yang patuh dan taat serta mau mengabdikan diri kepada Allah SWT, karena telah menciptakan alam semesta.

Muhammad Amin mengungkapkan tentang tujuan Pendidikan Agama Islam adalah sebagai berikut : Untuk dapat mewujudkan pengabdian yang optimal kepada Allah, maka hares dibina seluruh potensi yang dimiliki manusia diantaranya potensi spritural, intelektual, perasaan dan kepekaan.

Pengabdian yang optimal kepada Allah dalam kutipan di atas, sejalan dengan ungkapan Al-Qur'an dalam surat Az-zariyat ayat 56 yang artinya:
Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku"

Dalam buku Aisyah Dahlan menyatakan bahwa:
a.       Mempersiapkan anak-anak supaya kelak cakap melakukan pekerjaan yang akan membahagiakan dirinya sendin dan masyarakat.
b.      Menyembah Allah, mengetahui dan mengakhlaklkan sernua ajaran-ajaran Agama Islam, baik yang berhubungan dengan pribadi, masyarakat dan. Agama.

Tujuan Pendidikan Agama Islam pada umumnya adalah membentuk manusia yang patuh dan taat serta mau mengabadikan diri kepada Allah SWT, karena telah menciptakan alam ini beserta isinya. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur'an Al-Bayyinah ayat 5 yang artinya:
Dan mereka tidak disuruh melainkan supaya menyembah Allah dan dengan keikhlasan beragama kepada-Nya".

Ungkapan di atas menjelaskan bahwa tujuan utama manusia diciptakan Allah SWT hanya untuk beribadah kepada-Nya, dan beribadah kepada-Nya akan terwujudlah manusia yang berbuat baik, beriman dan bertaqwa. Adapun tujuan tertinggi dari Pendidikan Agama Islam adalah untuk membina manusia yang paling mulia, di sisi-Nya yaitu manusia yang bertaqwa. Sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur'an Surat Al-Hujarat ayat 13 yang artinya :
"...Sesungguhnya, orang yang paling mulia, di sisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa kepada-Nya".

Ada juga beberapa tujuan pembelajaran Pendidikan Agama yang berorientasi pada aktivitas siswa adalah mengenai filosofis tentang Pendidikan karena Pendidikan merupakan usaha sadar mengembangkan manusia menuju kedewasaan, baik kedewasaan Intelektual, Sosial, maupun kedewasaan Moral. Juga bukan hanya untuk membentuk manusia yang cerdas, akan tetapi juga yang lebih penting adalah membentuk manusia yang bertaqwa dan memiliki keterampilan disamping memiliki sikap budi pekerti yang luhur, maka strategi pembelajaran berorientasi pada aktifitas siswa merupakan pendekatan yang sangat cocok untuk di kembangkan.

Oleh karena itu tidak mungkin strategi pembelajaran berorientasi pada aktivitas siswa dapat di implementasikan dengan sempurna manakala tidak terjalin hubungan yang baik antara semua pihak yang terlibat.

Dalam pembelajaran berorientasi pada aktivitas siswa, guru tidak berperan sebagai satu-satunya sumber belajar yang bertugas menuangkan materi pemblajaran kepada siswa, akan tetapi yang paling penting adalah bagaimana menfasilitasi agar siswa mau belajar. Oleh karena itu penerapan tersebut menuntut guru untuk kreatif dan inovatif sehingga mampu menyelesaikan kegiatan mengajarnya dengan gaya karakteristik belajar siswa.

Dalam Pendidikan Agama Islam nilai-nilai yang dibentuk adalah nilai-nilai Islam. Artinya tujuan Pendidikan Agama Islam adalah tertanamnya nilai-nilai Islam kedalam diri manusia yang kemudian terwujud dalam tingkah lakunya dalam kehidupan sehari-hari.

Mohammad Arifin mengatakan bahwa : Tujuan Pendidikan Agama adalah terciptanya manusia muslim yang berilmu pengetahuan tinggi, dimana iman dan taqwanya sebagai pengendali dalam penerapan dan pengakhlaklannya di masyarakat.

Ahmat D.Marimba dalam bukunya Ilmu Pendidikan Islam yang di kutip oleh Nur Unbiyati mengemukakan "Pendidikan Islam mempuyai dua tujuan yaitu :
1.   Tujuan sementara artinya sasaran sementara yang harus dicapai oleh umat Islam seperti kecakapan jasmaniah, menulis, dan lain-lain.
2. Tujuan akhir yaitu terwujudnya kepribadian muslim dengan seluruh  penyerahan diri kepada-Nya.

Sedangkan menurut Zakiah Daradjat mengemukakan bahwa ada beberapa macam tujuan Pendidikan Agama Islam yaitu :
1.   Tujuan umum adalah tujuan yang akan dicapai dengan semua kegiatan Pendidikan, baik dengan cara pengajaran atau cara lain. Tujuan umum Pendidikan Agama Islam harus dikaitkan pula dengan tujuan Pendidikan Nasional negara tempat Pendidikan Agama Islam itu dilaksanakan dan harus dikaitkan pula dengan tujuan institusional lembaga yang menyelenggarakan Pendidikan itu.
2. Tujuan akhir adalah untuk membentuk insan yang baik dengan pola taqwa supaya mengalami perubahan naik turun, sertambah, berkurang dalam pedalanan hidup seseorang.
3. Tujuan sementara adalah tujuan yang dicapai setelah anak didik diberi pengalaman tertentu yang direncanakan dalam kurikulum formal.

Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa tujuan Pendidikan adalah untuk membentuk prilaku anak didik yang bertaqwa dan memiliki multi pengetahuan lewat Pendidikan. Kemudian merealisasikan segala perintah Allah dalam kehidupan bermasyarakat dan juga bertanggung jawab dalam melaksanakan selururuh aktifitasnya. Apabila dikaitkan dengan tujuan Pendidikan Agama Islam jelaslah bahwa Pendidikan Agama Islam telah memadukan secara seimbang antara Pendidikan individual dan Pendidikan sosial, supaya salah satu diantara kedua belah pihak ini tidak saling meremehkan satu sama lain. Pendidikan individual akan membentuk pribadi-pribadi yang bertaqwa dan taat kepada perintah dan larangan Allah SWT. Sedangkan Pendidikan sosial berorientasi kepada hubungan antara sesame manusia. Dengan terealisasinya Pendidikan ini, akan membawa seseorang pada kebahagian dunia dan akhirat.

Dalam tujuannya, Pendidikan Agama Islam tidak hanya menaruh perhatian pada segi keagamaan dan keduniaan saja tetapi pada keduanya sekaligus, dan ia memandang persiapan untuk kedua kehidupan sebagai tujuan tertinggi dan terakhir bagi kehidupan seseorang. Sedangkan tujuan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada Sekolah Lanjutan Tingkat pertama adalah memberikan kemampuan dasar pada siswa tentang Agama Islam untuk mengembangkan kehidupan beragama sehingga menjadi manusia muslim yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT serta berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat dan bernegara. Dan dapat mengikuti Pendidikan pada sekolah selanjutunya.

Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa tujuan Pendidikan Agama Islam adalah menanamkan nilai-nilai yang Islami kedalam pribadi seseorang, serta mengembangkan agar sesuai dengan tuntunan Al-Qur'an dan Al-Hadist dan menjadikan seseorang bertaqwa sehingga membentuk pribadi muslim yang kelak akan mampu memperoleh kebahagian didunia dan diakhirat.

Melalui tujuan Pendidikan ini dapat ditingkatkan kualitas manusia dalam membina hubungan kepada Allah (hablumminallah) dan hubungan sesama manusia (habblumminan-nas), serta hunbungan dengan alam.

Secara keseluruhannya An- Nahlawi menjelaskan sikap Pendidikan Islam :
Pendidikan Islam bertujuan mendidik warga negara mukmin dan masyarakat muslim agar dapat merealisasikan ubudiyah kepada Islam semata. Dan terealisasi pulalah sagala keutamaan kehidupan sosial, seperti saling tolong menolong, bahu membahu, menjamin dan mencintai. Disamping itu Pendidikan Islam menanamkan pada anak rasa kasih untuk dekat dengan lingkungan dan untuk menjaga dan menghidari watak diri serta kepribadian yang tidak baik.

Berdasarkan uraian tersebut diatas jelaslah bahwa, Pendidikan Islam memadukan secara seimbang antara Pendidikan individual dengan Pendidikan sosial, Pendidikan individual akan membentuk pribadi-pribadi yang bertaqwa serta taat kepada segala perintah Allah SWT. Sedangkan Pendidikan sosial berorientasi kearah hubungan antara sesama manusia. Teralisasinya Pendidikan ini, akan membawa umat kearah kehidupan yang berbahagia dunia dan akhirat.

Melalui pelaksanaan Pendidikan Islam secara optimal akan terlihat fungsi Pendidikan Islam dalam membentuk perilaku muslim sejati yang dapat meningkatkan pengabdian kepada Allah SWT serta hubungan sesama manusia sangat dipengaruhi oleh perilaku menusia itu sendiri. Oleh karena itu Pendidikan Agama sangat berfungsi menentukan optimalisasi hubungan kepada Allah dan sesama manusia