Friday, September 29, 2017

konstribusi yang disumbangkan oleh Pondok Pesantren Syech Hasan Yamani kepada alumni



Akselarasi ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) membawa perubahan drastis dan dramatis, dinamika hidup kian cepat, umat manusia sebagi subyek dan objek kehidupan begitu terpesona akan keberhasilannya melakukan eksploitasi sains dalam menjalankan profesi cita-cita hidupnya. Penetrasi teknologi dan pemakaiannya yang makin meluas, meretas sistem transformasi dan komunikasi yang canggih. Kemajuan ini mengakses teknologi informasi ke dalam ranah kehidupan umat manusia-menggiring masyarakat kosmos ke dalam lingkungan global yang tanpa sekat, melebur menjadi banyak negara menjadi sebuah desa, karena batas-batas geografi semakin tipis.[1]
Mengamati kemajuan sekarang, umat Islam tampak mengekor dari belakang, dan orang Barat (non Islam) mendominasi kemajuan. Umat Islam seakan tidak berdaya menghadapi perkembangan, bahkan terkesan ingin membentuk dunia lain- yang bebas dari ambisi dan hegemoni Barat. Menurut Huff yang dikutip Marsudi W. Kisworo bahwa:
“Tanggapan umat Islam terhadap lahirnya abad informasi ini amatlah rendah, rendahnya tanggapan ini ternyata bukanlah factor demografi atau ekonomi, tetapi lebih disebabkan oleh dilema yang terjadi antara kultur masyarakat muslim dengan modernisasi abad informasi yang seolah-olah bertolak belakang”.[2]
Dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits, Islam bersifat universal dan mencakup segala aspek kehidupan manusia.[3] Konsep itu menuntut bahwa, umat Islam harus pro-aktif dam berdialektika dengan dinamika zaman. Jika tidak, akan tergilas oleh perubahan, dan umat Islam masa kini tidak mampu membuktikan agamanya sebagai agama rahmatan lil ‘alamin. Untuk dapat mengemban misi suci Islam tersebut, maka umat Islam harus memiliki sumber daya manusia yang berkualitas.
Sumber daya manusia (SDM) adalah kekuatan dan modal dalam pengelolaan pembangunan. Arah yang dibutuhkan pembangunan adalah peningkatan kepada kemajuan yang lebih baik di segala segmen kehidupan. Motor dari segala peningkatan akan kemajuan adalah pendidikan. Pendidikan merupakan suatu system yang teratur dan sistematis serta mengemban misi yang cukup luas, yaitu segala sesuatu yang bertalian dengan perkembangan fisik, kesehatan, ketrampilan, pikiran, perasaan, kemauan, social, sampai kepada masalah kepercayaan atau keimanan.
Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam sekaligus sebagai media pembinaan sumber daya manusia, dianggap strategis untuk melakukan pembinaan-pembinaan, baik secara eksternal maupun internal. Hal ini juga berlaku bagi Pondok Pesantren Syech Hasan Yamani Parappe, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, sebagai media pembinaan sumber daya manusia yang berkualitas, berwawasan pembangunan dalam bingkai iman dan taqwa.
Pembinaan internal dan eksternal yang menjadi peranan pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam, secara rinci dikemukakan dalam buku Kendali Mutu Pendidikan Agama Islam, sebagai berikut:
Pembinaan secara internal berarti sekolah harus membangun kerjasama yang baik antara para personil yang terkait untuk mewujudkan sekolah sebagai lembaga pendidikan yang sesungguhnya; sedangkan pembinaan eksternal berarti sekolah harus mampu berkomunikasi dengan social secara kondusif berupa terciptanya kerjasama yang saling mendukung.[4]

Fungsi-fungsi sekolah termasuk pondok pesantren berupa fungsi terbangunnya hubungan internal dan eksternal tersebut. Dalam ranah pembinaan internal, sekolah sebagai wadah terbangunnya hubungan yang demokratis edukatif antara sesame guru-guru dengan siswa dan sesama siswa. Dalam  ranah pembinaan eksternal, sekolah membangun kerjasama dengan lingkungan luar sekolah. Misalnya dalam menangani masalah – masalah yang menghambat proses pembelajaran peserta didik di sekolah, seperti latar belakang keluarga, kemampuan akademik, dan pergaulan sehari-hari.
Seperti pondok pesantren lainnya, Pondok Pesantren Syech Hasan Yamani Kecamatan Campalagian Kabupaten Polman menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran berdasarkan ajaran Islam dengan tujuan ibadah untuk mendapatkan ridha Allah Swt., para santri dan santriwati yang bertaqwa kepada Allah Swt., berakhlak mulia, mempunyai integritas pribadi yang kokoh, mandiri, dan mempunyai kualitas intelektual.[5] 
Berdasarkan pembahasan di atas, dapat dikatakan bahwa yang menjadi tema sentral dalam penelitian ini adalah bagaimana konstribusi yang disumbangkan oleh Pondok Pesantren Syech Hasan Yamani kepada alumni (luaran)nya yang memiliki sumber daya manusia yang handal.


[1] Alwi Shihab, Islam Inklusif-Menuju Sikap Terbuka dalam Beragama, Cet. IV, (Bandung: Mizan, 1999), h. 207
[2] Marsudi W. Kisworo, makalah, Peranan Telematika dalam Kebangkitan Umat Islam, disampaikan dalam Seminar Internasional yang bertema: Islam Asia Tenggara di Tengah Revolusi ITC. (Makassar: 3-4 Juli 2002)
[3] Yusril Ihza Mahendra, 1996, Fundamentalisme, Faktor dan Masa Depannya, dalam buku, Rekonstruksi dan Renungan Religius Islam, M. Wahyuni Nafis (Editor), Jakarta: Paramadina, h. 100
[4] Departemen Agama RI., 2003, Kendali Mutu Pendidikan Agama Islam, Jakarta: Dirjen Bagais, h. 11.
[5] Tim Penyusun Departemen Agama RI., 2003, Ensiklopedi Islam, Jakarta: PT. Ichtiar Baru Van Hoeve, h. 1-3.