Friday, December 4, 2015

PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR DALAM PEMBELAJARAN IPA TENTANG SIFAT-SIFAT BENDA DAN PENGARUHNYA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS III MIN



PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR DALAM PEMBELAJARAN IPA TENTANG SIFAT-SIFAT BENDA DAN PENGARUHNYA
TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS III
MIN GEULUMPANG MINYEUK I


A.    Latar Belakang Masalah
Upaya peningkatan mutu pendidikan senantiasa dicari, diteliti dan diupayakan melalui kajian berbagai komponen pendidikan, seperti perbaikan dan penyempurnaan kurikulum, bahan-bahan instruksional, system penilaian, manajemen instruksional, seminar pendidikan, proses belajar mengajar termasuk sarana atau fasilitas belajar lainnya.

klik disini

Salah satu alternative yang ditempuh oleh seorang guru dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran adalah dengan menggunakan media visual (gambar) dalam proses belajar mengajar. Penggunaan media secara tepat dan bervariasi mempunyai nilai praktis antara lain; mengatasi keterbatasan pengalaman belajar siswa, mengkongkritkan pesan yang abstrak, menanamkan konsep dasar yang benar, menimbulkan keseragaman dan akhirnya dapat meningkatkan efektifittas dan efisiensi proses belajar mengajar yang pada gilirannya dapat meningkatkan mutu pembelajaran.
Dengan pemanfaatan media pembelajaran khususnya pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam memungkinkan timbulnya interaksi edukatif yang efektif antara guru dan siswa, dan antara siswa dengan siswa. Hal ini dapat mempengaruhi proses belajar mengajar menjadi lebih efektif dalam segala aktivitas belajar.
“Melalui penggunaan media visual (gambar) anak dapat belajar lebih aktif”[1]. Aktivitas belajar anak akan bergantung pada metode pembelajaran bervariasi yang digunakan oleh guru.
Dalam penyusunan proposal penelitian tindakan kelas lain menggunakan media visual (gambar) dikhususkan pada pembelajaran ini menggunakan media visual (gambar) dikhususkan pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam, maka media yang dimaksud menggunakan lambang visual yang dapat memperjelas lambang verbal, sehingga siswa dapt lebih memahami makna pesan yang dibicarakan dalam proses belajar mengajar. Hal ini berarti bahwa visualisasi mencoba menggambarkan hakekat satu pesan dalam bentuk yang sebenarnya (realisme) atau mencapai benda sebenarnya.
Penggunaan media dalam proses belajar mengajar sangat membantu kegiatan siswa belajar, oleh karena itu dapat disajikan pesan yang diterima oleh siswa dengan menggunakan sebanyak mungkin alat indra yang dimiliki. Untuk itulah maka seorang guru harus berusaha agar materi pelajaran yang disajikan, dapat dimengerti dengan mudah oleh siswa dengan melibatkan sejumlah alat indranya.
Untuk mencapai tujuan pembelajaran, guru harus mengupayakan dan mengoptimalkan ketersediaan perangkat pembelajaran mulai dari rencana pelaksanaan pembelajaran, alat evaluasi, media pembelajaran yang digunakan serta metode atau strategi pembelajaran yang tepat guna sesuai dengan arah kurikulum dan kebutuhan serta gaya belajar murid pada mata pelajaran tertentu.
Mata pelajaran IPA yang selama ini oleh sebagian besar orang tua atau masyarakat bahkan murid sendiri dianggap sebagai salah satu mata pelajaran yang sulit dan mendatangkan kesusahan dalam mempelajarinya. Dikatakan sulit karena dibutuhkan kemampuan menghafal dan menganalisa angka-angka, kecakapan menghitung, membagi, mengurangi, dan mengkalikan. Kurangnya kesadaran guru mata pelajaran untuk mengevaluasi dan merefleksi kegiatan pembelajaran yang sudah dilaksanakan karena umumnya ketidaktepatan metode atau strategi pembelajaran yang digunakan adalah salah satu faktor yang menentukan ketercapaian tujuan pembelajaran.
Terkait dengan uraian di atas, berdasarkan hasil pantauan/observasi yang dilaksanakan penulis bahwa pelaksanaan proses belajar mengajar mata pelajaran IPA pada siswa kelas III MIN Geulumpang Minyeuk I oleh guru di dominasi oleh belajar teori dengan menggunakan buku paket mata pelajaran yang disiapkan sekolah sesuai dengan distribusi dinas pendidikan setempat. Dari uraian tersebut, secara singkat dapat dijelaskan bahwa prestasi belajar murid kelas kelas III MIN Geulumpang Minyeuk I dari 25 murid masih ada 60% atau sekitar 11 orang murid yang memperoleh nilai 5,5 ke bawah, ini berarti 11 orang murid ini sudah dinyatakan belum memenuhi standar nilai ketuntasan belajar minimal (KKM) untuk bidang IPA yang ditetapkan MIN Geulumpang Minyeuk I.
Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar murid tersebujt di atas adalah dnegan menyelenggarakan proses belajar mengajar mata pelajaran IPA dengan menggunakan media gambar dan penyajian materi pelajaran di kelas. Media gambar tergolong dalam media pandang yang tidak diproyeksikan. Jenis gambar sangat bervariasi antara lain foto, dan ilustrasi dari buku-buku. Maksud menggunakan foto dan gambar adalah untuk mengatasi kesulitasn mendapatkan/menampilkan benda aslinya di dalam kelas.
Alasan mendasar menggunakan media gambar dalam proses belajar mengajar IPA ini sesuai dengan penjelasan Latuheru akan kelebihan media gambar adalah gambar dapat menerjemahkan ide-ide yang abstrak ke dalam bentuk yang realistik,  gambar dengan meudah dapat ditemukan dalam buku-buku pelajaran, majalah, surat kabar, kalender, di perpustakaan, menghemat waktu dan menarik perhaian anak didk/murid.
Walaupun kenyataannya media gambar yang digunakan dalam proses belajar mengajar juga masih memiliki kekurangan, namun tidak berarti dapat menghambat penggunaan media gambar untuk mencapai peningkatan prestasi atau hasil belajar murid, khususnya murid kelas MIN Geulumpang Minyeuk I sebagai sasaran penelitian.
Dalam pelaksanaannya, proses belajar mengajar IPA di kelas dioptimalkan dengan menggunakan media gambar yang representatif sesuai dengan kebutuhan belajar siswa, disamping itu pengelolaan kelas secara maksimal dan baik sangat dituntut bagi peneliti. Dengan demikian diharapkan peningkatan hasil belajar murid kelas III mata pelajaran IPA di MIN Geulumpang Minyeuk I dapat tercapai sesuai dengan perencanaan dan tujuan yang diinginkan bersama.
Alasan utama bagi penulis mengangkat permasalahan sebagaimana telah diuraikan di atas sebagai judul skripsi antara lain : penulis sangat tertarik dengan pembahasan yang berkaitan dengan masalah penggunaan media gambar dalam proses belajar mengajar, penulis berpendapat bahwa disamping metode atau strategi pembelajaran, media yang digunakan dalam proses belajar juga sangat mempengaruhi ketercapaian tujuan pembelajaran. Penulis berpendapat bahwa rendahnya hasil belajar murid kelas III MIN Geulumpang Minyeuk I salah satu penyebabnya adalah guru tidak menggunakan media yang representatif sesuai dengan kebutuhan gaya belajar murid.
Penelitian ini sangat penting dilakukan agar terungkap tentang penggunaan media gambar yang baik dalam pembelajaran IPA di kelas III MIN Geulumpang Minyeuk I. Sepanjang pengetahuan penulis, penulis belum  menemukan penelitian khusus yang berkaitan tentang penggunaan media gambar pada pembelajaran IPA pada siswa kelas III MIN Geulumpang Minyeuk I.
Maka atas latar belakang di atas penulis mengadakan sebuah penelitian tindakan kelas tentang "penggunaan media gambar dalam pembelajaran IPA tentang sifat-sifat benda dan pengaruhnya terhadap hasil belajar siswa kelas III MIN Geulumpang Minyeuk".
B.     Rumusan Masalah
Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
  1. Bagaimana penggunaan media gambar yang baik dalam pembelajaran IPA pada materi Sifat-sifat benda terhadap siswa kelas III MIN Geulumpang Minyeuk I?
  2. Bagaimana pengaruh penggunaan media gambar terhadap hasil belajar siswa kelas III MIN Geulumpang Minyeuk I pada Pembelajaran IPA?
  3. Bagaimana respon siswa dalam penggunaan media gambar terhadap hasil belajar siswa kelas III MIN Geulumpang Minyeuk I pada pembelajaran IPA?
C.    Devinisi Konsep
Untuk mengarahkan penelitian maka penulis perlu menjelaskan beberapa kata istilah dalam penelitian ini sebagai berikut:
  1. Penggunaan
Penggunaan kata dasarnya adalah guna. Pengertian guna menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah “fungsi atau manfaat”[2]. Maka penggunaan dapat diartikan sebagai memfungsikan atau memanfaatkan sesuatu dalam suatu proses. Dalam hal ini, penggunaan yang penulis maksudkan adalah pemanfaatan media gambar dalam proses belajar mengajar materi alat indera manusia dalam pembelajaran IPA pada materi sifat-sifat benda terhadap siswa kelas III MIN Geulumpang Minyeuk I.
  1. Media
Pengertian media adalah bentuk jamak dari kata medium, yang berarti pengantar atau perantara. Media dalam penelitian ini adalah media instruksional yang sering diartikan sebagai alat audio visual. Audio visual mengandung arti sebagai alat atau bahan dalam menyampaikan informasi atau menyajikan pesan yang akan disampaikan kepada anak sasaran didik dalam bentuk audio, visual, audio visual dan lain-lain[3].
  1. Gambar
Gambar adalah tiruan barang (orang, binatang, tumbuhan dan sebagainya) yang dibuat dengan coretan pensil atau hasil dari pemotretan kamera yang disajikan pada kertas atau kertas foto.[4] Maka media gambar adalah alat atau bahan dalam menyampaikan informasi atau menyajikan pesan yang akan disampaikan kepada anak sasaran didik dalam bentuk gambar.
  1. Pembelajaran
Menurut Sudjarwo, istilah pembelajaran lebih menggambarkan kepada "perubahan tingkah laku yang melibatkan ketrampilan kognitif yaitu penguasaan ilmu dan perkembangan kemahiran intelektual"[5]. Pembelajaran merupakan suatu proses yang dilakukan oleh pendidik dan anak didik untuk terjadinya perubahan tingkah laku peserta didik. Pembelajaran dapat diartikan sebagai proses timbal balik antara pelajar dan pengajar dalam merubah tingkah laku pelajar menjadi lebih baik dan berintelektual.
  1. IPA
IPA merupakan suatu ilmu yang mempelajari tentang alam, baik berupa makhluk hidup atau benda-benda lain yang ada di alam sekitar.
  1. Sifat-sifat benda
Sifat-sifat benda merupakan suatu materi pelajaran yang ada dalam pembelajaran IPA kelas III Tingkat SD atau sederajat.
  1. Pengaruh
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia disebutkan bahwa pengaruh adalah ”Daya yang menyebabkan sesuatu terjadi, baik secara langsung maupun tidak langsung. Pengaruh bisa dirunut langkah mundur dari suatu dampak pada sesuatu yang terjadi tersebut. Jadi pengaruh adalah logika terbalik dari suatu kejadian” [6]
            Yang dimaksud dengan pengaruh dalam pembahasan ini adalah daya yang diakibatkan oleh penggunaan media gambar dalam pembelajaran terhadap prestasi belajar IPA pada materi sifat-sifat benda.
  1. Hasil Belajar
Kata hasil belajar terdiri dari dua kata, yaitu : hasil dan belajar. Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, yang dimaksud dengan hasil adalah: “sesuatu  yang telah dicapai (dilakukan, dikerjakan,dan sebagainya).”[7]
Adapun belajar, menurut Slameto dapat didefinisikan sebagai berikut: “Belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya[8]
Selanjutnya, M. Ngalim Purwanto dalam bukunya Psikologi Pendidikan, mengemukakan bahwa belajar adalah “tingkah laku yang mengalami perubahan karena belajar menyangkut berbagai aspek kepribadian, baik fisik maupun psikis, seperti: perubahan dalam pengertian, pemecahan suatu masalah atau berpikir, keterampilan, kecakapan, kebiasaan, ataupun sikap”[9]
            Sedangkan pengertian Hasil belajar sebagaimana yang tercantum dam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah: penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran, lazimnya ditunjukan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan oleh guru.[10]
Berdasarkan uraian di atas maka hasil belajar yang penulis maksudkan dalam pembahasan ini adalah: Penguasaan pengetahuan siswa terhadap mata pelajaran IPA yang ditujukan dengan nilai tes yang diberikan oleh guru.
  1. Siswa kelas III MIN Geulumpang Minyeuk I
“Pengertian siswa menurut bahasa adalah subjek, murid (anak), yang menduduki bangku sekolah.”[11] Sedangkan Pengertian siswa menurut istilah adalah anak yang berusian 7 sampai dengan 20 tahun yang masih menduduki pendidikan tingkat SD, SMP dan SMA.”[12] Adapun pengertian siswa yang penulis maksudkan dalam penulisan ini adalah anak usia setingkat sekolah dasar yang masih menduduki bangku sekolah yang berada di MIN Geulumpang Minyeuk I
D.    Tujuan Penelitian
Yang menjadi tujuan penelitian ini adalah:
1.      Untuk Mengetahui penggunaan media gambar yang baik dalam pembelajaran IPA pada materi Sifat-sifat benda terhadap siswa kelas III MIN Geulumpang Minyeuk I
2.      Untuk mengetahui pengaruh penggunaan media gambar terhadap hasil belajar siswa kelas III MIN Geulumpang Minyeuk I pada Pembelajaran IPA.
3.      Untuk mengetahui respon siswa dalam penggunaan media gambar terhadap hasil belajar siswa kelas III MIN Geulumpang Minyeuk I pada pembelajaran IPA.
E.     Manfaat Penelitian
Adapun manfaat dilakukan penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.      Manfaat bagi guru adalah menjadi bahan masukan bagi para pendidik dalam rangka meningkatkan mutu dan hasil belajar IPA siswa kelas III MIN Geulumpang Minyeuk I.
2.      Manfaat bagi Peneliti adalah menjadi salah satu syarat untuk meraih gelar S-1 Bidang Pendidikan Guru Madrasah Islam pada STIT Al-Hilal Sigli.
3.      Manfaat bagi siswa adalah menjadi jalan dalam meningkatkan motivasi belajar untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas III MIN Geulumpang Minyeuk I.
4.      Manfaat bagi Pemerintah adalah menjadi salah satu bahan rujukan atau bacaan pada perpustakaan untuk menjadi acuan pihak terkait dalam mengembangkan pendidikan yang bermutu dan berkualitas dalam mencapai tujuan pembangunan Nasional. Dengan adanya rujukan, maka jalan penyelesaiannya akan lebih mudah ditemukan.
F.     Metode Penelitian
Untuk menyukseskan penelitian ini, penulis melakukan dua tehnik penelitian yaitu penelitian perpustakaan (Library Research) dengan melakukan penelaahan buku-buku dan bahan bacaan lainnya yang berkenaan dengan masalah yang akan dibahas, dan penelitiaan lapangan (Field research) dengan cara berhubungn langsung dengan objek dan lokasi penelitian untuk mendapatkan data, fakta, dan informasi yang akurat dan aktual di lapangan.
Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yang terdiri dan persiapan, implementasi tindakan, observasi, dan refleksi diri.
a.       Persiapan
Sebelum Penelitian Tindakan Kelas dilaksanakan, dibuat berbagai input instrumen yang akan digunakan dalam melakukan penelitian, seperti menyiapkan RPP, menyiapkan perangkat pembelajaran berupa LKS, lembar pengamatan, dan lembar evaluasi.
b.      Implementasi Tindakan
Penelitian ini akan dilaksanakan melalui tiga siklus untuk melihat peningkatan proses belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran IPA. Dalam pelaksanaannya mempedomani RPP yang telah dipersiapkan.


c.       Observasi
Observasi yaitu pengamatan yang dilakukan terhadap pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas yang digunakan untuk mengumpulkan data keberhasilan prestasi siswa dalam proses belajar mengajar IPA pada materi sifat-sifat benda.
Penelitian ini mengacu pada penelitian tindakan kelas, dimana peneliti terlibat langsung dalam penelitian dan menjalankan proses pembelajaran dengan menggunakan media gambar dalam pelajaran IPA pada materi sifat-sifat benda.
Indikator kinerja dalam penelitian tindakan kelas ini adalah keberhasilan pembelajaran siswa kelas III MIN Geulumpang Minyeuk I dengan menggunakan media gambar yang ditandai dengan meningkatnya keberhasilan belajar pada materi Sifat-sifat benda, sesuai dengan materi yang ada pada buku IPA kelas III tahun ajaran 2012/2013.
Prosedur penelitian dalam penelitian tindakan kelas ini meliputi dua tahap yaitu tahap persiapan dan tahap pelaksanaan. Dalam tahap pelaksanaan, peneliti merencanakan tiga siklus pembelajaran yang dilakukan dengan menggunakan model penelitian yang diungkapkan oleh Suharsimi Arikunto yaitu bahwa "secara garis besar terdapat empat tahap yang dilalui, meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi"[13].
  1. Tahap Persiapan
Tahap persiapan dalam penelitian ini meliputi kegiatan anatara lain:
-          Meminta izin kepada kepala sekolah dan guru kelas untuk melakukan penelitian.
-          Berkoordinasi dengan dosen dan guru mengenai proses pelaksanaan pembelajaran yang akan dilakukan.
-          Melakukan studi pendahuluan atau tes awal pada siswa kelas III MIN Geulumpang Minyeuk untuk merencanakan apa yang akan dilakukan pada siklus pertama pelaksanaan tindakan.
  1. Tahap Pelaksananan
Tahap pelaksanaan dalam penelitian ini dilakukan sebagaimana telah diuraikan di atas bahwa tindakan akan dilaksanakan dalam tiga siklus dimana pelaksanaan masing-masing siklus meliputi empat tahap yaitu:
1.      Perencanaan
2.      Pelaksanaan tindakan.
3.      Pengamatan
4.      Refleksi.
Tahapan ini dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan hingga ditemukan hasil yang optimal. Bila dalam tiga siklus pembelajaran yang dilakukan masih belum mencapai hasil yang optimal, maka selanjutnya akan direncanakan siklus selanjutnya hingga tercapai hasil yang optimal. Adapun pelaksanaan masing-masing siklus dirincikan sebagai berikut.
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah analisis deskriptif kualititif untuk menganalisis penggunaan media gambar dan kegiatan pembelajaran berbicara dan analisis statistik deskriptif untuk menganalisis data kuantitatif berupa nilai hasil penilaian keterampilan berbicara siswa.
Miles and Huberman dalam Sugiyono mengatakan bahwa: Teknik analisis deskriptif kualitatif menggunakan model analisis meliputi tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan dan terus menerus meliputi saat, selama dan setelah pengumpulan data, yaitu data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification"[14].
Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya, dan membuang yang tidak perlu. Dengan demikina data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas, dan mempermudah peneliti melakukan pengumpulan data selanjutnya, dan mencarinya jika diperlukan.
  Setelah data direduksi, maka langkah selanjutnya adalah mendisplay data. Melalui penyajian data yang dilakukan dalam bentuk tabel, grafik, phie chard, pictogram, dan sejenisnya, maka data terorganisasikan, tersusun dalam pola hubungan, sehingga akan mudah dipahami. Selain itu juga memudahkan untuk memahami apa yang terjadi dan merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan apa yang telah dipahami tersebut.
Kegiatan analisis ketiga yang penting adalah menarik kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya. Dengan demikian kesimpulan dalam penelitian ini dapat menjawab rumusan masalah yang telah dirumuskan sejak awal.
Data yang diperoleh dari hasil evaluasi, selanjutnya dihitung untuk mencari nilai rata-rata menggunakan rumus sebagai berikut:
Dimana :          X         =  Persentase
                        ∑x       =  Jumlah Seluruh Skor
                        N         =  Banyaknya Subjek [15]
Untuk menghitung hasil refleksi diri dalam pengajaran, penulis menggunakan rumus berikut:
Dimana :          P          =  Persentase
                        F          =  Frekuensi
                        N         =  Jumlah Sampel
100 %  =  Bilangan Konstanta [16]
Sebagai pedoman penulisan skripsi ini, penulis berpedoman pada Selanjutnya sebagai pedoman penulisan skripsi ini, penulis berpedoman pada Penulisan Karya Ilmiah Fakultas Tarbiyah Al-Hilal Sigli  dan Transliterasi Arab Latin yang diterbitkan oleh STIT Al-Hilal Sigli tahun 2012. Dalam hal ini penulisan skripsi ini didasari pada Penelitian Tindakan Kelas atau PTK. Penelitian tindakan kelas merupakan pengkajian melalui sistem berdaur dilaksanakan dalam bentuk siklus yang terdiri dari empat komponen.
G.    Personalia Penelitian
Yang menjadi personalia dalam penelitian ini adalah peneliti, seorang guru yang bertindak sebagai observer dan siswa kelas III MIN Geulumpang Minyeuk I sebanyak 30 orang siswa yang menjadi objek penelitian.
H.    Jadwal Penelitian
Penelitian ini dilakukan selama satu bulan mulai tanggal 1 Juni sampai dengan 30 Juni 2013 pada siswa kelas III MIN Geulumpang Minyeuk I.



[1] Hamalik, Ragam Alat Bantu Media Pengajaran, (Yogyakarta: DHIVA Press, 2011), hal. 11.

[2] Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi II, Cet. Ke-10, (Jakarta: Balai Pustaka, 1997), hal. 325.

[3] Sudjarwo, Beberapa Aspek Pengembangan Sumber Belajar, Cet. Ke V (Jakarta: Radar Jaya Offset, 2001), hal.164.

[4]  Depdiknas, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 2002), hal. 329.

[5] Rahil Mahyuddin, Pengertian dan Devinisi Pembelajaran Menurut Para Ahli, (online) www.carapedia.com, diakses pada tanggal 13 Juli 2012.

[6] Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Cet. Ke- 2, (Jakarta: Balai Pustaka, 2002), hal. 595.

[7] Ibid., hal. 895.

[8] Slameto, Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya, Cet. Ke-4, (Jakarta: Rineka Cipta, 2003), hal. 2.

[9] M Ngalim Purwanto, Psikologi Pendidikan, (Bandung: Remaja Rosadakarya, 2003), Cet. Ke- 19, hal. 85.

[10] Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar..., hal.  895.

[11] WJS. Poerwadarminta, Kamus Besar Bahasa Indonesia…, hal. 53.

[12] Ibid., hal 53

[13] Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Praktik, (Jakarta: Rineka Cipta, 2009). Hal. 16.

[14] Sogiyono, Teknik Penelitian Deskriptif Analisys, (Jakarta: Jakarta Press, 2009), hal. 337.

[15] Nana Sudjana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, (Bandung: Remaja Rosda Karya, 2009), hal. 40.

[16] Anas Sudjono, Pengantar Satatistik Pendidikan, (Jakarta: Mutiara, 1997), hal. 40.

1. kumpul blooger
disini