Friday, November 20, 2015

Tujuan dan Target Pencapaian Pembelajaran Learning Strategies



Tujuan utama dari pengajaran strategi atau learning strategies adalah “mengajarkan siswa untuk belajar atas kemauan dan kemampuan diri sendiri atau pebelajar mandiri (self-regulated learner)” (Makmun, 2003:13). Pebelajar yang dapat melakukan empat hal penting, yaitu:
1.      Secara cermat mendiagnosa suatu situasi pembelajaran tertentu.
2.      Memilih suatu strategi belajar tertentu untuk menyelesaikan masalah belajar tertentu yang dihadapi.
3.      Memonitor keefektivan strategi yang digunakan.
4.      Termotivasi untuk terlibat dalam situasi belajar sampai masalah terselesaikan. (Nur, 2000:9)

Jika strategi pembelajaran lebih berkenaan dengan pola umum dan prosedur umum aktivitas pembelajaran, sedangkan desain pembelajaran lebih menunjuk kepada cara-cara merencanakan suatu sistem lingkungan belajar tertentu setelah ditetapkan strategi pembelajaran tertentu. Jika dianalogikan dengan pembuatan rumah, strategi membicarakan tentang berbagai kemungkinan tipe atau jenis rumah yang hendak dibangun (rumah joglo, rumah gadang, rumah modern, dan sebagainya), masing-masing akan menampilkan kesan dan pesan yang berbeda dan unik. Sedangkan desain adalah menetapkan cetak biru (blue print) rumah yang akan dibangun beserta bahan-bahan yang diperlukan dan urutan-urutan langkah konstruksinya, maupun kriteria penyelesaiannya, mulai dari tahap awal sampai dengan tahap akhir, setelah ditetapkan tipe rumah yang akan dibangun.
Berdasarkan uraian di atas, bahwa untuk dapat melaksanakan tugasnya secara profesional, seorang guru dituntut dapat memahami dan memliki keterampilan yang memadai dalam mengembangkan berbagai model pembelajaran yang efektif, kreatif dan menyenangkan, sebagaimana diisyaratkan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Yang salah satunya adalah pembelajaran learning strategies.
Tujuan learning strategies  adalah "menciptakan situasi di mana keberhasilan individu ditentukan atau dipengaruhi oleh kebrhasilan kelompoknya". (Slavin, 1994:26) Model pembelajaran learning strtegis dikembangkan untuk mencapai setidak tidaknya tiga tujuan pembelajaran penting yang dirangkum oleh Ibrahim, dkk, (2000:35), yaitu:
1.      Hasil Belajar Akademik
Dalam belajar kooperatif meskipun mencakup beragam tujuan sosial, juga memperbaiki prestasi siswa atau tugas tugas akademis penting lainnya. Beberapa ahli berpendapat bahwa model ini unggul dalam membantu siswa dalam memahami konsep konsep yang sulit. Para pengembang model ini telah menunjukkan bahwa model struktur penghargaan kooperatif telah dapat meningkatkan nilai siswa pada belajar akademik dan perubahan norma yang berhubungan dengan hasil belajar.
Di samping mengubah norma yang berhubungan dengan hasil belajar, pembelajaran learning strategies dapat memberi keuntungan baik pada siswa kelompok bawah maupun maupun kelompok atas yang bekerja bersama menyelesaikan tugas tugas pendidikan. Hal ini akan dapat membantu siswa mencapai tujuan pendidikan.
2.      Penerimaan terhadap perbedaan individu
Tujuan lain model pembelajaran learning strategies adalah "penerimaan secara luas dari orang orang yang berbeda berdasarkan ras, budaya, kelas sosial, kemampuan, dan ketidakmampuannya".(Nur, M, 2000:125). Pembelajaran Learning strategies memberi peluang bagi siswa dari berbagai latar belakang dan kondisi untuk bekerja dan saling bergantung pada tugas tugas pendidikan dan melalui struktur penghargaan kerjasama akan belajar saling menghargai satu sama lain.
3.      Pengembangan keterampilan sosial
Tujuan penting ketiga pembelajaran learning strategies adalah "mengajarkan kepada siswa keterampilan bekerja sama dan kolaborasi".(Nur, M, 2000:125) Keterampilan keterampilan sosial, penting dimiliki oleh siswa sebab saat ini anak muda masih kurang dalam ketarampilan sosial. Tujuan ini dapat mengembangkan potensi mental peserta didik dalam berinteraksi dengan masyarakat di lingkungannya.