Monday, November 16, 2015

REMAJA SEBAGAI SALAH SATU OBJEK BINAAN BADAN KEMAKMURAN MESJID



Dalam masyarakat yang selalu berpacu dengan kemajuan zaman, dinamika mesjid-mesjid sekarang ini banyak yang menyesuaikan diri dengan kemajuan ilmu dan teknologi. Artinya, mesjid tidak hanya berperan sebagai tempat ibadah shalat, tetapi juga sebagai wadah beraneka kegiatan jamaah/ umat Islam. Sebab, mesjid merupakan integritas dan identitas umat Islam yang mencerminkan tata nilai keIslamannya. Dengan demikian, peranan mesjid tidak hanya menitik beratkan pada pola aktivitas yang bersifat akhirat, tetapi memperpadukan antara aktivitas ukhrawi dan aktivitas duniawi.
Rasulullah SAW mempraktikkan mesjid sebagai pusat pembinaan umat. Benang merah kemakmuran mesjid dirangkai dari pembinaannya yang insentif. Pada zaman Rasululullah SAW, mesjid senantiasa padat dengan kegiatan terutama shalat berjamaah. Setiap shalat diselenggarakan berjamaah, sehingga mesjid tidak pernah sepi dari kegiatan takwa. Jika akhir-akhir ini kita melihat wujud fisik yang bangunannya megah tetapi sunyi dari kegiatan, itu jelas merupakan penyimpangan fungsi yang keterlaluan.
Badan kemakmuran mesjid yang menjalankan visinya sebagai pelaksana pendidikan, harus memperhatikan pendidikan remaja bagi masyarakatnya. Hal ini merupakan suatu hal yang sangat penting dilakukan. Karena salah satu tugas Badan kemamkmuran mesjid adalah sebagai wadah dan sarana pendidikan bagi masyarakat.
Jadi remaja merupakan salah satu masyarakat yang harus mendapat perhatian penuh dari Badan Kemakmuran Mesjid.
Mesjid yang tersebar di tengah-tengah umat Islam ini sudah harus mengambil peranan sebagai sarana untuk mengatasi keterbelakangan umat dan harus dipikirkan sebagai basis gerakan membaca, seperti yang diperintahkan dalam Al-Qur’an dalam surat Al-Alaq. Perpustakaan perlu menjadi bagian penting di mesjid. Mesjid akan menjadi salah satu jembatan bagi umat dalam memanifestasikan hadis Rasulullah: tuntutlah ilmu dari ayunan sampai liang lahat.
Muhammad Ibnu Abdul Hafidz Suwaid mengatakan sebagai berikut: “para pemuda itu tumbuh dan berkembang dengan perilaku yang telah dibiasakan oleh kedua ibu bapaknya. Pemuda tidak dapat ditaklukkan oleh akal semata, melainkan oleh pembiasaan beragama dari orang-orang terdekatnya.”[1] Maka dalam hal ini perlu suatu organisasi dalam memperbaiki akhlaq remaja.
Walaupun hal tersebut berat, akan tetapi pendidikan remaja merupakan kewajiban untuk mengajak mereka kepada kebaikan, dan mengarahkan mereka kepada amal shalih yang berguna dalam berbagai bidang kehidupan. Maka oleh sebab itu Badan Kemakmuran Mesjid perlu membina akhlaq anak remaja sesuai dengan visi dan misinya sebagai pelaksana program-program mesjid.
Maka oleh sebab itu, Badan Kemakmuran Mesjid merupakan suatu wadah dalam melaksanakan pembangunan mental bagi kaum remaja. Badan Kemakmuran Mesjid harus menjalani perannya sebagai pendidik dan pengarah kaum remaja dalam mencapai tujuan hidupnya. Dan yang sangat penting adalah hendaknya remaja merupakan salah satu objek dan target binaan Badan Kemakmuran Mesjid dimana mesjid itu berada. Dan ini merupakan visi dan misi dari sebuah organisasi yang bernama Badan Kemakmuran Mesjid.



[1] Muhammad Ibnu Abdul Hafidz Suwaid, Cara Nabi Mendidik Anak, (Jakarta : Al-I'ltisam, 2004), hal. 9.