Wednesday, September 27, 2017

Peran dan Tugas Guru dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa

Seorang guru yang profesional berusaha mendorong siswa agar belajar secara efektif di sekolah. Guru merupakan sebagai pengajar juga sebagai pendidik di sekolah yang memberikan pengarahan dan menuntun siswa dalam belajar. Guru harus saling bekerjasama dalam meningkatkan prestasi siswa. Karena itu guru sangat berpengaruh dalam meningkatkan motivasi dalam rangka meningkatkan hasil belajar siswa.

Hal tersebut akan semakin luas cakupannya bagi orang yang mengasuh sekelompok besar manusia dengan mengarahkan dan membentuknya karena rasa tanggung jawab terhadap dinamika kehidupan kelompoknya. “Semakin besar suatu kelompok manusia, maka seorang guru dituntut untuk lebih berkemampuan atau berkompeten, sehingga lebih berdaya juang, dan lebih kharismatik di hadapan kelompoknya” (Sumidjo,  2001:34).. 

Guru adalah seorang pendidik yang profesional. Intensitas pergaulan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembanagn jiwa siswa. Guru adalah pendidik yang berkembang. Tugas profesionalnya adalah mengharuskan dia belajar sepanjang hayat. Belajar sepanjang hayat tersebut sejalan dengan masyarakat. Sebagai pendidik, guru dapat memilah dan memilih yang baik. Partisipasi dan teladan memilih prilaku yang baik tersebut sudah merupakan upaya membelajarkan siswa. Hal ini merupakan bentuk dorongan terhadap siswa dalam pembelajaran.

Surya dan Muhammad (2001:107) mengatakan bahwa peranan guru adalah “Keseluruhan tingkah laku yang harus dilakukan guru dalam melaksanakan tugasnya sebagai guru”. Jadi peranan guru adalah terciptanya serangkaian tingkah laku yang saling berkaitan yang dilakukan dalam suatu situasi tertentu, serta berhubungan dengan kemajuan perubahan tingkah laku dan perkembangan siswa yang menjadi tujuannya.

Baca: Manfaat Motiivasi dalam pembelajaran
Dalam berbagai kegiatan belajar mengajar, guru dipandang sebagai sentral bagi peranannya, sebab sebahagian dari waktu dan perhatian guru banyak dicurahkan untuk menggarap proses belajar mengajar dalam berinteraksi dengan siswa. Brown (2000:142) mengatakan bahwa “Tugas dan peran guru adalah menguasai pengembangan materi pelajaran, merencanakan dan mempersiapkan pelajaran sehari-hari, mengontrol dan mengevaluasi kegiatan siswa”. Hal ini merupakan hal yang sangat penting yang harus diperhatikan oleh seorang guru dalam membina kepribadian dan menghasilkan sumber daya manusia yang handal. Sumber daya manusia yang handal adalah merupakan tujuan daripada dilakukannya pendidikan.

Adapun peran dan tugas guru dalam meningkatkan motivasi belajar adalah sebagai berikut:
1.      Mengoptimalkan penerapan prinsip belajar
"Prinsip belajar siswa merupakan rangkaian belajar setiap hari. Prinsip belajar setiap hari bertolak dengan jadwal pelajaran sekolah. Oleh karena itu rancangan belajar pengajaran 1 tahun ajaran selalu diharapkan oleh siswa. Guru adalah penggerak perjalanan belajar bagi siswa" (Brown, 2000:142).
Sebagai penggerak maka guru perlu memahami dan mencatat kesukaran-kesukaran siswa sebagai fasilisator, guru diharapkan memantau tingkat kesukaran pengalaman belajar. Guru wajib menggunakan pengalaman belajar dan kemampuan siswa dalam mengelola pembelajaran.

2.      Mengedepankan profesionalitas seorang guru
Dalam Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen yang terdapat dalam Bab I Pasal 1 bahwa: “Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar membimbing, mengarahkan, melatih, memberikan, menilai, mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah”.

Jadi, dapat disimpulkan peranan guru dalam pembelajaran adalah mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, memberikan, menilai, mengevaluasi peserta didik dalam konteks akhlaq. Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan melalui jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Peran guru pendidikan biologi sangat penting dan baik buruknya pendidikan tergantung bagaimana seorang guru pendidikan biologi memanifestasikan dan mengaplikasikan pengalamannya ke dalam lembaga formal maupun lembaga non formal.


Ujung tombak dari segala aktivitas pendidikan adalah kegiatan belajar mengajar yang dilakukan oleh guru, karena guru lebih memiliki wewenang dan tanggung jawab lebih dalam pendidikan, memegang andil besar dalam membentuk karakter siswa, mengembangkan potensi atau kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa. "Lebih-lebih guru pendidikan biologi lebih banyak tuntutan sebagai figur yang paripurna. Maka profesionalitas seorang guru dalam pembelajaran akan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Hal ini akan mempengaruhi hasil belajar" (Henry, 2000:71).

3.      Kerjasama Guru dan Orang Tua dalam Membangkitkan Minat Belajar Anak

Dalam rangka meningkatkan prestasi belajar anak di sekolah, orang tua perlu membangkitkan gairah belajar anak terutama yang berkaitan dengan minat belajar terhadap pelajaran. Karena anak-anak yang sehat dan normal selalu ada minat untuk mengerjakan sesuatu pekerjaan, terlebih minat belajar.
Henry (2000:79) menyebutkan tentang perkembangan anak sebagai berikut:
Dalam perkembangan anak yang sedang dibimbing, jika perlu orang tua boleh memberikan pujian yang wajar, penghargaan untuk membesarkan semangat anak dan berlatih jika prestasi anak meningkat setahap demi setahap. Bila perlu orang tua dapat menegur anak dengan nada suara yang jelas dan tegas, tetapi bukan dengan emosi dan umpatan. Semua peran itu harus dilakukan oleh setiap orang tua jika mereka menginginkan anaknya berhasil dalam belajar.

Tidak ada suatu pekerjaan yang dilandasi oleh minat kecuali hal yang bersifat refleksi karena itu minat mempunyai peranan penting untuk mencapai suatu tujuan. Dengan demikian minat siswa untuk mendapatkan hasil belajar yang lebih baik sangat diperlukan untuk memperoleh keberhasilan. Biologi merupakan ilmu pasti harus mendapat motivasi bagi siswa dalam mempelajarinya.
Kerjasama artinya menurut bahasa adalah “Pekerjaan serentak” (Yatim, 2001:341). Sedangkan pengertian kerjasama menurut istilah adalah sebagai berikut: “Kerjasama adalah kegiatan atau usaha yang dilakukan oleh beberapa orang (lembaga, pemerintah) untuk mencapai tujuan bersama (Yatim, 2001:341). Jadi pengertian kerjasama orang tua dengan guru adalah suatu pekerjaan yang dilakukan oleh guru dan orang tua dengan saling keterkaitan dan tolong menolong dalam meningkatkan hasil belajar siswa.
Ambarjaya (2008:45) mengatakan bahwa manfaat dari bentuk kerjasama antara orang tua dan guru dalam memotivasi belajar siswa sangat banyak antara lain sebagai berikut:
a.       Orang tua dan guru dapat mengontrol prestasi belajar siswa dengan baik.
b.      Dapat mengatasi kendala yang dihadapi guru dan orang tua dalam pembentukan akhlaq anak.
c.       Orang tua dan guru dapat membina kepribadian siswa.
d.      Dapat mengontrol siswa untuk tidak terlibat narkoba.
e.       Orang tua dan guru dapat membimbing anak untuk mencapai kedewasaan dalam satu rumusan untuk membantu anak mengenal dirinya sendiri dan dunia.

Seorang guru yang profesional berusaha mendorong siswa agar belajar secara efektif di sekolah dan orang tua sebagai pengasuh pertama di rumah tangga dan guru adalah sebagai pengajar juga sebagai pendidik di sekolah yang memberikan pengarahan dan menuntun siswa dalam belajar. Keduanya saling bekerjasama dalam meningkatkan prestasi siswa. Karena itu orang tua dan guru sangat berpengaruh dalam meningkatkan hasil belajar siswa. “Orang tua dalam hal ini harus siap memberi, menyediakan segala kebutuhan belajar anak, perlengkapan sesuatu yang dibutuhkan untuk mempermudah di dalam belajar” (Henry, 2002:24).
Orang tua harus memperhatikan sekolah anaknya, yaitu dengan memperhatikan pengalaman-pengalaman dan menghargai segala usahanya. Begitu juga orang tua harus menunjukkan kerjasamanya dalam mengarahkan cara anak belajar di rumah. Orang tua harus berusaha memotivasi dan membimbing anak dalam belajar. Bahkan berkat kerjasama orang tua anak didik dengan pendidik, banyak kekurangan anak didik yang dapat diatasi. Kerjasama dalam motivasi merupakan bentuk kerjasama dorongan moril yang dilakukan orang tua dan guru dalam membentuk kepribadian anak didik. Untuk mewujudkan kerjasama itu tentunya banyak cara yang dilakukan, misalnya: rapat orang tua, kunjungan ke rumah oleh guru, konsultasi antara guru dengan orang tua dan sebagainya.

4.      Menggunakan strategi belajar yang baik
Strategi belajar mengajar merupakan pola umum perbuatan antara guru dan siswa dalam mewujudkan kegiatan belajar mengajar khususnya mata pelajaran pendidikan biologi. Pengertian strategi dalam hal ini menunjukkan pada karakteristik abstrak perbuatan antara guru dan siswa dalam peristiwa aktual tertentu. Strategi belajar yang baik akan dapat mempengaruhi bakat dan minat belajar siswa di sekolah. Dalam dunia pendidikan, strategi diartikan sebagai berikut: “Strategi adalah perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu” (Engkoswara, 2001:6).
Ada dua hal yang patut kita cermati dari pengertian diatas. Pertama, strategi belajar mengajar merupakan rencana tindakan (rangkaian kegiatan) termasuk penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya/kekuatan dalam pembelajaran. Ini berarti penyusunan suatu strategi baru sampai pada proses penyusunan rencana kerja belum sampai pada tindakan. Kedua, strategi disusun untuk mencapai tujuan tertentu. Artinya, arah dari semua keputusan penyusunan strategi adalah pencapaian tujuan.
Dengan demikian, penyusunan langkah-langkah belajar mengajar, pemanfaatan berbagai fasilitas dan sumber belajar semuanya diarahkan dalam upaya pencapaian tujuan. Oleh sebab itu, sebelum menentukan strategi, perlu dirumuskan tujuan yang jelas yang dapat diukur keberhasilannya, sebab tujuan adalah rohnya dalam implementasi suatu strategi.
Kunandar (2003:56) menjelaskan bahwa seorang guru yang akan mengajar pelajaran biologi dituntut harus profesional dan berkompetensi, di antaranya adalah sebagai berikut:
1.      Seorang guru harus memiliki pengetahuan tentang belajar mengajar dan tingkah laku manusia.
2.      Mempunyai sifat yang tepat tentang diri sendiri, sekolah, rekan sejawat, dan bidang studi yang dibinanya.
3.      Menguasai bidang studi yang diajarkan.
4.      Mempunyai keterampilan mengajar.

Di sini jelas bahwa strategi belajar mengajar sangat penting yang kemudian memberikan andil yang sangat besar dalam dunia pendidikan khususnya dalam mendongkrak semangat siswa dalam belajar mencapai prestasinya.
5.      Menggunakan Metode dan Pendekatan Pembelajaran dengan Baik
Kata metode belajar dalam Tim Penyusunan Kamus Pusat Bahasa (2002:589) adalah “Cara belajar, cara yang telah diatur dan berpikir baik-baik untuk mencapai suatu maksud dalam ilmu pengetahuan”. Sedangkan pendekatan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002:234) mengandung pengertian sebagai berikut: “Pendekatan adalah usaha mendekati”. Jadi dapat disimpulkan bahwa metode dan pendekatan pembelajaran adalah  sebagai salah satu cara yang dirancang dengan sedemikian rupa dalam rangka pelaksanaan usaha pendekatan dalam pembelajaran.
Dalam proses belajar mengajar sangat diperlukan suatu metode untuk memudahkan penyampaian atau pendekatan materi kepada siswa. Karena metode merupakan suatu cara yang digunakan dalam mengajar agar tercapainya tujuan pengajaran. Zuhairini, dkk (2001:79) mengatakan sebagai berikut: “Perumusan tujuan dengan sejelas-jelasnya merupakan persyaratan tertentu sebelum seseorang menentukan dan memilih metode mengajar yang tepat, kesukaran dalam mencapai tujuan disebabkan kesulitan dalam memilih dan menentukan metode-metode yang tepat”.
Dari kutipan di atas jelas bahwa metode merupakan cara yang dipergunakan guru dalam proses belajar mengajar dalam melakukan pendekatan. Dimana setiap guru akan mempergunakan metode tertentu dalam menyajikan bahan pelajaran kepada siswanya. Hal ini memudahkan untuk mencapai tujuan yang diharapkan dan memberikan motivasi kepada siswa. Oleh karena itu setiap guru memilih satu metode yang tepat dan sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan, agar siswa dapat mencapai prestasi memuaskan sebagaimana yang diharapkan.
Pada dasarnya semua metode yang digunakan dalam mengajar adalah baik, namun pada pelaksanaannya tergantung pada guru. Hal ini sesuai dengan apa yang dikemukakan oleh Surachmad (1982:74) sebagai berikut: "Metode yang kurang baik di tangan seorang guru dapat menjadi baik sekali ditangan guru yang lain, dan metode yang baik akan gagal di tangan guru yang tidak menguasai pelaksanaannya".

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa peranan guru dalam memilih dan menggunakan metode dan pendekatan dalam pembelajaran sangat besar pengaruhnya dalam memberikan motivasi belajar kepada siswa. Dimana guru harus menguasai dan melatih berbagai macam metode, ini juga untuk menghindari kebosanan siswa dalam mempelajari pendidikan.
Rasyad (2003:103) mengatakan bahwa dalam menggunakan pendekatan harus diperhatikan beberapa hal, hal tersebut adalah sebagai berikut:
1.      Pendekatan pembelajaran yang digunakan harus dapat meningkatkan motif, minat dan gairah belajar anak.
2.      Pendekatan pembelajaran yang digunakan harus dapat menjamin perkembangan kegiatan anak.
3.      Metode pendekatan pembelajaran yang digunakan harus dapat memberikan kesempatan bagi ekspresi yang relatif bagi kepribadian murid.
4.      Pendekatan pembelajaran yang digunakan harus merangsang keinginan murid untuk belajar lebih lanjut melaksanakan eksplorasi dan inovasi (pembaharuan).
5.      Pendekatan pembelajaran harus dapat mendidik murid dalam teknik belajar sendiri dan cara memperoleh pengetahuan melalui usaha pribadi.
6.      Pendekatan pembelajaran harus dapat membedakan pengajaran yang bersifat verbalitas dan menggantikan dengan pengalaman atau situasi yang nyata bertujuan.
7.      Pendekatan pembelajaran yang digunakan harus dapat menanamkan dan megembangkan nilai dan sikap utama yang diharapkan dalam keberhasilan cara kerja yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
8.      Pendekatan pembelajaran yang digunakan harus dapat membimbing murid agar akhirnya berdiri sendiri atau tanggung jawab sendiri.

Dengan demikian supaya pencapaian tujuan pengajaran dapat berhasil secara optimal, maka guru harus mengetahui metode-metode dan pendekatan pembelajaran, kesesuaian metode mengajar yang diajarkan harus dapat mengaktifkan kemampuan siswa dalam memperoleh pendidikannya sekaligus memotivasi siswa dalam belajar.