Wednesday, November 11, 2015

PENGERTIAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN AKIDAH AKHLAK


1.      Pengertian Aqidah Akhlak
Pengertian aqidah menurut bahasa

Sebelum menjelaskan pengertian Aqidah Akhlak penulis akan menjelaskan terlebih dahulu antara pengertian Aqidah dan pengertian Akhlak. Hal ini untuk memudahkan dalam memahami makna kedua kata Aqidah dan Akhlak, yaitu sebagai berikut.
Dalam Buku Pelajaran Aqidah Akhlak Kelas 1 Semester I oleh  Departemen Agama RI “Pengertian Aqidah (عقيدة) merupakan kata atau kalimat dalam bahasa Arab yang berasal dari kata aqada (عقد) yang secara bahasa mempunyai arti ikatan dua tali dalam satu bukhul sehingga menjadi tersambung. Dengan demikian pengertian aqidah menurut bahasa adalah ikatan.

Aqidah menurut istilah adalah “Urusan-urusan yang harus dibenarkan oleh hati dan diterima dengan rasa puas serta terhujam kuat dalam lubuk jiwa yang tidak dapat digoncangkan oleh badai subhat (keragu-raguan). Menurut pendapat H. Hasan Alfat menjelaskan aqidah menurut istilah adalah “suatu pokok atau dasar keyakinan yang harus dipegang oleh orang yang mempercayainya.” Dalam definisi yang lain disebutkan bahwa Aqidah adalah sesuatu yang mengharapkan hati membenarkannya menjadi kepercayaan yang bersih dari kebimbangan dan keraguan.


Berdasarkan pengertian di atas dapat dirumuskan bahwa Aqidah adalah dasar keyakinan hati seorang muslim yang bersumber dari ajaran Islam.
Pengertian akhlaq
Pengertian Akhlaq menurut Imam Al-Ghazali ialah “suatu sifat yang tertanam dalam jiwa dari padanya timbul perbuatan-perbuatan dengan mudah dan tidak memerlukan pertimbangan pikiran lebih dahulu.” Maka akhlaq merupakan suatu sifat yang melekat pada seseorang baik sikap yang terpuji ataupun yang tercela, akan tetapi gerak gerik tersebut datang dengan sendirinya dan menurut kebiasaannya.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, “Akhlak dapat diartikan budi pekerti, kelakuan. Sedangkan menurut  WJS. Poerwadarminta, mengartikan akhlak adalah “Budi pekerti, watak dan tabi’at.”
Kesimpulannya akhlak merupakan sikap yang telah melekat pada diri seseorang, Jika tindakan spontan itu baik menurut pandangan akal dan agama, maka disebut akhlak yang baik atau akhlaqul karimah. Akan tetapi apabila tindakan spontan itu berupa perbuatan-perbuatan yang jelek, maka disebut akhlak tercela atau akhlakul madzmumah.
  1. Dasar aqidah akhlak
Dasar Aqidah Akhlak adalah ajaran Islam itu sendiri yang merupakan sumber hukum dalam Islam yaitu Al Qur'an dan Al Hadits sebagai pedoman hidup. Islam mengajarkan agar umatnya melakukan perbuatan baik dan menjauhi perbuatan buruk, karena Al Qur'an merupakan firman Allah dan kebenarannya harus diyakini oleh setiap muslim. Dasar Aqidah Akhlak yang kedua bagi seorang muslim adalah Al-Hadits atau Sunnah Rasul.
Imam Al-Ghazali menegaskan seperti dikutip oleh Hasanuddin mengatakan “Untuk memahami Al Qur'an lebih terinci, umat Islam diperintahkan untuk mengikuti ajaran Rasulullah SAW, karena perilaku Rasulullah contoh nyata yang dapat dilihat dan dimengerti oleh setiap umat Islam (orang muslim).
  1. Tujuan pembelajaran aqidah akhlak
Adapun tujuan utama dari pembelajaran aqidah akhlak adalah agar manusia dapat hidup tentram, aman dan jauh dari persengketaan sehingga terciptalah kehidupan yang harmonis. Prof. Dr. Mahmud Yunus seperti dikutip oleh M. Ali Hasan menjelaskan tentang tujuan pembelajaran aqidah akhlak adalah “Membentuk putra putri berakhlak mulia, berbudi luhur, bercita-cita tinggi, sopan santun, jujur dalam segala perbuatannya.”
Adapun tujuan pembelajaran Aqidah Akhlak itu adalah :
  1. Memupuk dan mengembangkan dasar ketuhanan kepada anak didik.
  2. Pembelajaran aqidah akhlak bertujuan pula membentuk pribadi muslim yang luhur dan mulia.
  3. Menghindari diri dari pengaruh akal pikiran yang menyesatkan.
Oleh karena itu, guru sangat berperan dalam menetapkan pembelajaran akidah akhlak kepada anak didiknya, berhasil atau gagalnya proses belajar mengajar tergantung bagaimana guru menerapkan metode dalam pembelajaran. Dengan demikian seseorang akan menjadi muslim sejati, beriman yang teguh, beramal shaleh dan berakhlak yang mulia baik di sekolah, di rumah maupun di lingkungan masyarakat.