Sunday, November 22, 2015

Pengertian dan Manfaat Media Gambar Dalam Pembelajaran



Media gambar merupakan sarana dalam dunia pendidikan. Dina Indriana mengemukakan bahwa "kata media berasal dari bahasa Latin yang merupakan bentuk jamak dari kata medium. Secara harfiah, pengertian dari kata media ialah perantara antara sumber pesan dengan penerima pesan". Berdasarkan pengertian ini dapat diketahui bahwa media yang dimaksud di sini tidak terbatas pada benda tertentu saja, namun mencakup segala sesuatu yang menjadi perantara sebuah pesan dari sumber atau pengirim untuk sampai kepada penerima pesan.
Selanjutnya Sri Anitah mengemukakan bahwa "media merupakan alat saluran untuk komunikasi". Pengertian ini bila diuraikan secara lebih rinci menjelaskan bahwa media ialah alat untuk menyalurkan atau sebagai perantara dalam kegiatan memberi dan menerima pesan  atau berkomunikasi.
Azhar Arsyad berpendapat bahwa "istilah media atau medium ialah perantara yang mengantar informasi antara sumber dan penerima”. Pengertian ini juga mengemukakan hal yang sama seperti pendapat yang telah dikemukakan sebelumnya bahwa pada intinya yang dimaksud dengan media ialah segala sesuatu yang menjadi perantara sebuah pesan dari sumber atau pengirim untuk sampai kepada penerima pesan yang mana perantara ini tidak terbatas pada benda tertentu saja.
Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain mengemukakan bahwa pengertian media ialah “alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai tujuan pengajaran”. Pendapat yang yang telah diuraikan sebelumnya menekankan tentang wujud media dan syarat suatu media, namun pendapat ini menekankan pada fungsi dari apa yang dimaksud dengan media yaitu untuk mencapai tujuan tertentu, khusunya untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Berdasarkan beberapa pendapat yang telah diuraikan di atas, dapat disimpulkan bahwa pengertian media secara umum ialah segala sesuatu yang dapat menjadi alat untuk menyalurkan pesan atau menjadi perantara sebuah pesan dari sumber atau pengirim untuk sampai kepada penerima pesan.
Adapun pengertian media gambar menurut Dina Indriana adalah "salah satu media visual yang berupa gambar yang dihasilkan melalui proses fotografi". Hal yang senada juga diungkapkan oleh Rudi Susilana dan Cepi Riyana yaitu bahwa media gambar adalah media visual yang berupa gambar yang dihasilkan melalui proses fotografi".
Berdasarkan kedua pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa media gambar atau disebut juga dengan gambar diam yang merupakan salah satu media pembelajaran yang termasuk dalam media visual yang berupa gambar hasil proses fotografi.
Media visual ialah media yang hanya dapat digunakan melalui indera penglihatan. Media ini terdiri atas, pertama yaitu media yang dapat diproyeksikan (projected visual) yang meliputi media proyeksi diam (gambar diam) serta media proyeksi gerak (gambar bergerak). Kedua yaitu media yang tidak dapat diproyeksikan (non projected visual) yang meliputi gambar fotografik, grafis, dan media 3 dimensi.
Berdasarkan beberapa pendapat tentang media yang telah diuraikan di atas, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media gambar adalah proses, cara, perbuatan menggunakan benda yang berupa kertas atau bahan lain yang dikenai perbuatan seperti dicoret (secara teratur maupun tidak) menggunakan alat seperti pensil, bulpoin, dan sebagainya, atau mesin pencetak yang menjadikan benda tersebut secara visual (dengan cara dilihat) menyerupai suatu benda atau barang secara dua dimensi yang digunakan sebagai perantara sebuah pesan dari sumber atau pengirim untuk sampai kepada penerima pesan dimana perantara tersebut harus dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian penerima pesan (secara umum) dan siswa (secara khusus) untuk belajar dan berfungsi untuk mempercepat penyerapan pesan dengan maksud untuk mencapai tujuan tertentu, khusunya untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Gambar memiliki makna yang lebih baik dibandingkan dengan tulisan. Gambar sebagai bahan ajar tertentu saja diperlukan suatu rancangan yang baik agar setelah selesai melihat sebuah atau serangkaian gambar atau foto siswa dapat melakukan sesuatu yang pada akhirnya menguasai sesuatu atau lebih kompetensi dasar. Abdul Majid menggambarkan bahwa:
Melihat sebuah gambar lebih tinggi maknanya dari pada membaca atau mendengar. Melalui membaca dapat di ingat hanya ±10%, melalui mendengar yang diingat ±20%, dan dari melihat ±30%. Gambar yang secara baik dapat memberikan pemahaman yang lebih baik. Bahan ajar ini dalam menggunakannya harus dibantu dengan bahan tertulis. Bahan tertulis dapat berupa petunjuk cara menggunakannya dan atau bahan teks.


Arif S. Sadiman mengemukakan beberapa kelebihan dan manfaat media gambar yaitu:
a.   Sifatnya konkret.
b.  Gambar dapat mengatasi batasan ruang dan waktu.
c.   Media gambar dapat mengatasi keterbatasan pengamatan.
d.  Dapat memperjelas suatu masalah.
e.   Murah harganya dan gampang didapat serta digunakan tanpa memerlukan peralatan khusus.

Sedangkan Sri Anitah mengemukakan beberapa kelebihan media gambar fotografik adalah:
a.   Dapat menerjemahkan gagasan yang sifatnya abstrak menjadi lebih konkret atau realistik.
b.  Banyak tersedia dalam buku, majalah, dan sebagainya.
c.   Mudah penggunaannya.
d.  Biayanya murah.
e.   Dapat digunakan pada tiap tahap pembelajaran dan semua mata pelajaran.

Berdasarkan beberapa pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa kelebihan media gambar adalah sebagai berikut.
a.   Sifatnya konkret dan dapat mengatasi keterbatasan ruang dan waktu.
b.   Dapat memperjelas suatu masalah, mudah dibuat, didapat, maupun penggunaannya.
c.  Dapat menunjukkan perbandingan yang tepat sesuai benda asli yang ada di dalam gambar. 
d.  Dapat digunakan pada tiap tahap pembelajaran dan semua mata pelajaran.