Wednesday, November 18, 2015

Penerapan Disiplin Sekolah yang Efektif



Disiplin sangat penting bagi perkembangan anak didik. Hal tersebut menurutt Slameto (2002:42) memenuhi beberapa kebutuhan tertentu antara lain :
1.   Memberi rasa aman dengan memberi tahu apa yang boleh dan apa yang tidak boleh  dilakukan.
2.      Sebagai pendorong ego yang mendorong anak mencapai apa yang diharapkan darinya.
3.      Persiapan mental yang kuat
4.      Anak belajar menafsir, bahwa pujian sebagai tanda rasa kasih sayang dan penerimaan.
5.      Memungkinkan hidup menurut standar yang disetujui kelompok siswa.
6. Membantu anak mengembangkan hati nurani, suara hati, membimbing dalam mengambilkeputusan dan pengembangan tingkah laku.

Disiplin sangat dibutuhkan dalam sebuah lemabaga pendidikan dalam menunjang proses belajar mebgajar. Mastuhu (2003:113) mengemukakan bahwa:
Disiplin diharapkan mampu mendidik anak untuk berperilaku sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Disiplin mempunyai empat unsur pokok yaitu: Peraturan sebagai pedoman perilaku, konsistensi dalam peraturan, hukuman untuk pelanggaran peraturan, dan penghargaan untuk perilaku yang baik yang sejalan dengan peraturan yang berlaku.

Untuk lebih mengefektifkan penerapan disiplin, maka ada beberapa faktor yang harus dilakukan pihak sekolah antara lain sebagai berikut:
1.      Peraturan
Pengertian peraturan menurut Mastuhu (2003:112) adalah “pola yang ditetapkan untuk tingkah laku”. Pola tersebut mungkin ditetapkan orang lain, guru atau teman bermain. Tujuannya membekali anak dengan perilaku yang disetujui dalam situasi tertentu misalnya peraturan sekolah dan peraturan di rumah. Fungsi peraturan adalah mempunyai nilai pendidikan sebab peraturan memperkenalkan kepada anak perilaku yang disetujui anggota kelompok. Anak belajar dari peraturan tentang memberi dan mendapatkan bantuan dalam tugas sekolahnya, bahwa menyerahkan tugas yang dibuat sendiri merupakan satu-satunya metode yang dapat diterima disekolah untuk menilai prestasinya.
Fungsi peraturan menurut Mastuhu (2003:115) adalah membantu mengekang perilaku yang tidak diinginkan, dalam hal ini siswa harus dapat meningkatkan disiplin belajar dengan cara :
1)      Hadir di sekolah selambat-lambatnya 10 menit sebelum pelajaran dimulai.
2)      Mengikuti semua kegiatan belajar mengajar dengan baik dan aktif.
3)      Mengerjakan tugas-tugas dengan baik.
4)      Mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang dipilihnya.
5)      Memiliki kelengkapan belajar misalnya buku dan alat belajar lainnya.
6)     Mengikuti upacara hari besar agama, nasional yang diselenggarakan sekolah.
7)      Berperan serta melaksanakan 5K.
8)  Tidak meninggalkan sekolah/kelas sebelum mendapat ijin kepala sekolah/guru yang bersangkutan.
9)      Mengikuti senam yang diselenggarakan di sekolah.
10)  Mematuhi tata tertib sekolah.

            Pembudayaan disiplin tidak cukup hanya melalui peraturan tata tertib yang dirumuskan secara lisan atau tertulis saja. Keteladanan, dorongan serta bimbingan dalam bentuk-bentuk kongkrit sangat diperlukan bahkan keikutsertaan semua warga sekolah secara langsung akan lebih tepat dan berhasil.
2.      Hukuman
Menurut Starawaji (online:19/4/2011) fungsi hukuman ada tiga macam, yaitu :
1)  Menghalangi, maksudnya hukuman menghalangi pengulangan tindakan yang tidak diinginkan oleh masyarakat.
2)    Mendidik, sebelum anak mengerti peraturan mereka akan dapat belajar bahwa tindakan tertentu benar dan yang lain salah dengan mendapat hukuman karena melakukan tindakan yang salah dan tidak menerima hukuman bila mereka melakukan tindakan yang diperbolehkan.
3)      Memberi motivasi untuk menghindari perilaku yang tidak diterima masyarakat.

Hukuman yang bersifat mendidik akan dapat mempengaruhi tegaknya disiplin di sekolah. Hukuman akan mempengaruhi watak siswa yang melanggar aturan yang telah disepakati oleh sekolah dan peserta didik.
Untuk penegakan disiplin, menurut Starawaji (online:19/4/2011) hukuman harus memenuhi suatu persyaratan yang baik, yaitu:
1)      Hukuman harus disesuaikan dengan pelanggaran, dan harus mengikuti pelanggaran sedini mungkin sehingga anak-anak akan mengasosiasikan keduanya.
2)      Hukuman yang diberikan harus konsisten sehingga ank itu akan mengetahui kapan saja suatu peraturan dilanggar, hukuman tidak dapat dihindari.
3)      Hukuman harus konstruktif sehingga memberi motivasi untuk yang disetujui secara sosial di masa mendatang.
4)      Adapun bentuk hukuman yang diberikan, sifatnya hars impersonal sehingga anak itu tidak akan menginterpretasikannya sebagai “kejahatan” si pemberi hukuman.
5)      Hukuman tidak boleh membuat anak merasa terhina atau menimbulkan rasa permusuhan.
6)      Hukuman harus mengarah ke pembentukan hati nurani untuk menjamin pengendalian perilaku dari dalam di masa mendatang.

  1. Penghargaan
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002:168), istilah penghargaan berarti “tiap bentuk penghargaan untuk suatu hasil yang baik”. Penghargaan tidak perlu berbentuk materi, tetapi dapat berupa kata-kata pujian, senyuman atau tepukan di punggung.
Fungsi penghargaan menurut Dalyono (2001:121) ada tiga macam yaitu :
1)      Mempunyai nilai mendidik. Bila suatu tindakan disetujui, anak merasa hal itu baik.
2)      Mempunyai nilai penghargaan yang berfungsi sebagai motivasi untuk mengulangi perilaku yang disetujui secara sosial.
3)      Penghargaan berfungsi untuk memperkuat perilaku yang disetujui secara sosial, tiada penghargaan melemahkan keinginan untuk mengulangi perilaku ini.

Berdasarkan uraian di atas betapa pentingnya penghargaan yaitu sebagai motivasi anak untuk lebih giat belajar dalam mencapai hasil belajar yang baik. dengan adanya pengahargaan maka minat belajar akan lebih tinggi hadir dalam diri siswa.

  1. Konsistensi
Pengertian konsistensi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002:256) adalah ”tingkat keseragaman atau stabilitas”. Bila disiplin itu konstan akan ada kebutuhan perkembangan yang berubah. Konsistensi ini harus menjadi ciri semua aspek disiplin. Harus ada konsistensi dalam peraturan yang digunakan sebagai pedoman perilaku, konsistensi dalam cara peraturan yang diajarkan dan dipaksakan, dalam hukuman yang diberikan pada mereka yang tidak menyesuaikan pada standar, dan dalam penghargaan bagi mereka yang menyesuaikan.
            Fungsi konsistensi menurut Dalmono (2002: 36) ada tiga macam, yaitu:
1)      Mempunyai nilai mendidik yang besar
2)      Konsistensi mempunyai nilai motivasi yang kuat.
3)      Konsistensi mempertinggi penghargaan terhadap peraturan dan orang yang berkuasa.
Konsistensi sangat membantu siswa dalam mendorong minat siswa untuk belajar yang baik dan tekun. Hal ini dapat mendorong siswa untuk meraih prestasi. Penerapan disiplin yang efektif akan dapat melahirkan kesadaran siswa dalam berdisiplin di lembaga pendidikan. Dengan disiplin yang tinggi maka siswa akan dapat meraih prestasi yang lebih baik.