Sunday, November 15, 2015

PENELITIAN CAHAYA MATAHARI



1.1  Latar Belakang Masalah
Cahaya matahari adalah sumber energi utama bagi kehidupan seluruh makhluk hidup di dunia. Cahaya matahari merupakan sumber energi yang menjadi penerang bagi seluruh kehidupan di alam semesta. Selain itu, bagi tumbuhan khususnya yang berklorofil cahaya matahari sangat menentukan proses fotosintesis. Fotosintesis adalah proses dasar pada tumbuhan untuk menghasilkan makanan. Makanan yang dihasilkan akan menentukan ketersediaan energi untuk pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.
Kekurangan cahaya matahari akan mengganggu proses fotosintesis dan pertumbuhan, meskipun kebutuhan cahaya tergantung pada jenis tumbuhan. Selain itu kekurangan cahaya saat perkecambahan berlangsung akan menimbulkan gejala etiolasi dimana batang kecambah akan tumbuh lebih cepat namun lemah dan daunnya berukuran kecil, tipis dan bewarna pucat (tidak hijau). Semua ini terjadi dikarenakan tidak adanya cahaya sehingga dapat memaksimalkan fungsi auksin untuk pemanjangan sel-sel tumbuhan.
Sebaliknya, tumbuhan yang tumbuh di tempat terang menyebabkan tumbuhan tumbuhan tumbuh lebih lambat dengan kondisi relatif pendek, daun berkembang baik lebih lebar, lebih hijau, tampak lebih segar dan batang kecambah lebih kokoh. Tanaman merupakan salah satu komponen biotik, di alam lingkungan sebagai suatu kesatuan, ekosistem sehingga dengan demikian kehidupan tanaman tentu saja tergantung dari interaksi faktor lingkungan lainnya. Alam lingkungan yang terdiri dari lingkungan biotik (hidup) dan abiotik (mati) mempunyai peranan yang sama pentingnya terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman.
Lingkungan abiotik yang berupa air, temperatur, kelembaban, cahaya dan unsur hara merupakan beberapa contoh unsur abiotik yang membantu pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Adanya ketergantungan tanaman pada lingkungan biotik maupun abiotik beserta semua proses biokimia dan fisiologi tubuh tanaman menunjukkan adanya faktor pembatas dalam pengaturan pertumbuhan dan perkembangan tanaman.
        Pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan diawali dengan perkecambahan. Perkecambahan merupakan proses pertumbuhan dan perkembangan embrio. Proses perkecambahan dipengaruhi oleh, cahaya, suhu, dan oksigen.
Semua ini terjadi dikarenakan tidak adanya cahaya sehingga dapat memaksimalkan fungsi auksin untuk penunjang sel-sel tumbuhan sebaliknya, tumbuhan yang tumbuh ditempat terang menyebabkan tumbuhan-tumbuhan tumbuh lebih lambat dengan kondisi relative pendek, daun berkembang, lebih lebar, lebih hijau, tampak lebih segar dan batang kecambah lebih kokoh.
Begitu pula dengan tanaman bayam yang menjadi makanan bagi rakyat Indonesia. Tanaman bayam membutuhkan cahaya matahari dalam membantu proses fotosintesis dalam pertumbuhan dan perkembangannya. Cahaya matahari pagi, siang, dan sore merupakan cahaya yang dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan tanaman bayam.
Bagi masyarakat Asia khususnya penduduk Indonesia tanaman bayam adalah tanaman yang sangat penting. Dikarenakan Indonesia sangat terkenal dengan masakan yang terdiri dari sayur mayur. Selain itu Indonesia adalah Negara agraris yang sebagian besar penduduknya bekerja sebagai petani. Selain itu sebagian besar penduduk Indonesia juga mempunyai lahan yang ditanami sayur-sayuran dan kebutuhan sehari-hari.
Namun dibalik segala kegunaannya pertumbuhan tanaman bayam yang baik itu dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan tanaman bayam. Oleh sebab itu , Penulis memilih permasalahan ini sebagai poin penting dalam pembuatan skripsi ini. Dalam hal ini penulis akan meneliti tentang “Bagaimana pengaruh cahaya matahari pagi, siang, dan sore terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman bayam?”
1.2  Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh cahaya matahari pagi, siang dan sore terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman bayam?
1.3  Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian yang ingin diketahui dalam peneltian ini adalah untuk mengetahui pengaruh cahaya matahari pagi, siang dan sore terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman bayam.
1.4  Pentingnya Penelitian
Lingkungan merupakan anugerah yang paling berharga bagi kehidupan manusia. Lingkungan memberikan kontribusi yang sangat besar bagi kehidupan manusia. Maka dalam hal ini masyarakat harus:
  1. Dapat meningkatkan pengetahuan yang bermanfaat dalam bidang pertumbuhan dan perkembangan tanaman khususnya sayur mayur.
  2. Dapat dijadikan sandaran dalam menjaga dan memelihara kesuburan tanaman sayur mayur.
  3. Menjadi sumbangan pemikiran tehadap peneliti dan bagi masyarakat agraris.
1.5        Anggapan Dasar dan Hipotesis
1.5.1        Anggapan Dasar
Membahas suatu masalah sering diawali dengan dasar-dasar pemikiran yang akan dijadikan titik tolak dalam suatu pembahasan, atau disebut dengan anggapan dasar atau postulat. Menurut (Suharsimi Arikunto, 1993:56), Postulat merupakan anggapan dasar yang tidak perlu diragukan lagi kebenarannya. Berdasarkan judul yang penulis angkat, penulis merumuskan  suatu anggapan dasar (Postulat) sebagai berikut cahaya matahari sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman bayam.
1.5.2        Hipotesis
Kemudian untuk mengarahkan usaha pemecahan masalah yang telah dirumuskan, penelitian ini berangkat dari suatu hipotesis. Suharsimi Arikunto (1993:25) mengatakan bahwa Hipotesis dapat diartikan sebagai jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian sampai terbukti melalui data yang terkumpul. Adapun pengertian hipotesis menurut Rusdin Pohan (2002:63) adalah kesimpulan sementara atas masalah penelitian yang berfungsi untuk memandu penelitian. Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang kebenarannya belum diketahui secara pasti. Dalam suatu penelitian sangat perlu dilengkapi dengan hipotesa karena ia merupakan anggapan sementara yang masih memerlukan pembuktian kebenarannya. Dengan demikian hipotesis sering diartikan dengan rumusan jawaban sementara dalam penyelidikan untuk mencari jawaban yang sebenarnya (Winarno Surachman: 1992:15).

Adapun yang menjadi hipotesis dalam penelitian ini adalah adanya pengaruh yang sangat besar pada proses fotosintesis cahaya matahari pagi, siang dan sore.
1.6  Devinisi Istilah
Untuk mengarahkan penelitian, maka penulis perlu menerangkan kata-kata istilah dalam penelitian ini, yaitu:
1.6.1    Pengaruh
Pengertian pengaruh adalah “daya yang menyebabkan sesuatu terjadi, baik secara langsung maupun tidak langsung. Pengaruh bisa dirunut langkah mundur dari suatu dampak pada sesuatu yang terjadi tersebut. Jadi pengaruh adalah logika terbalik dari suatu kejadian” (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 2002:595). Pengaruh yang penulis maksudkan adalah daya cahaya matahari yang mengakibatkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman bayam pada pagi, siang dan sore hari.
1.6.2    Cahaya Matahari Pagi, Siang dan Sore
Cahaya matahari adalah sumber energi utama bagi kehidupan seluruh makhluk hidup di dunia. Cahaya matahari yang menerangi dunia dari pukul 07.00 sampai 10.00 wib disebut cahaya matahari pagi. Cahaya matahari yang menerangi dunia dari pukul 10.00 sampai 15.00 wib disebut cahaya matahari siang. Dan Cahaya matahari yang menerangi dunia dari pukul 15.00 sampai 18.00 wib disebut cahaya matahari sore.



1.6.3    Pertumbuhan
“Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran seperti panjang, lebar, volume dan massa. Bersifat kuantitatif Irreversibel (tidak dapat kembali ke keadaan semula). Dapat diukur dengan menggunakan alat auksanometer”. (Sumaryono, 2005:24)
1.6.4    Perkembangan
“Perkembangan adalah suatu proses menuju kedewasaan (menuju suatu keadaan yang lebih tinggi, lebih teratur dan lebih kompleks), bersifat kualitatif, reversibel (dapat kembali ke keadaan semula), tidak dapat diukur”(Sumaryono, 2005:25)
1.6.5    Tanaman bayam



Bayam (Amaranthus sp) adalah salah satu jenis sayuran daun dari famili Amaranthaceae yang digemari oleh seluruh lapisan masyarakat, karena rasanya  enak, lunak, dapat memberikan rasa dingin dalam perut dan dapat memperlancar pencernaan (Sunaryo: 1990:75).