Friday, November 20, 2015

Pembasmian Serangga dengan Pestisida Alam

Indonesia sebagai negara agraris sebagian besar penduduknya mempunyai mata pencaharian sebagai petani dengan beranekaragam tanaman pertanian yang dapat di konsumsi sebagai sumber karbohidrat maupun sumber vitamin. Banyak petani menanam padi sebagai penghasil karbohidrat sekaligus sebagai makanan pokok di sebagian besar wilayah Indonesia, namun sekarang ini para petani banyak merugi disebabkan oleh rusaknya tanaman padi yang karena serangan hama wereng coklat (Nilaparvata lugens).


Hal tersebut membuat para petani untuk mengunakan pestisida sebagai obat pembunuh hama wereng yang menyerang tanaman padinya. Pestisida tersebut memang cukup ampuh untuk mengusir bahkan membunuh hama wereng, namun pestisida yang digunakan oleh para petani adalah pestisida sintetis yang tidak ramah lingkungan dan dapat menyebabkan pencemaran terhadap tanah. Pestisida sintetis juga dapat menyebabkan keracunan terhadap makhluk yang mengkonsumsi hasil dari pertanian tersebut.

Pada saat ini pestisida berbahan dasar kimia sudah sangat sering digunakan. Memakai bahan tersebut memang sangat ampuh untuk membasmi segala macam hama, akan tetapi hal tersebut berdampak pada kerusakan lingkungan. Selain merusak lingkungan bahan tersebut juga akan mendatangkan malapetaka bagi kehidupan penggunanya. Bahan yang digunakan dalam pestisida kimia dapat merusak sel tubuh yang dapat mengakibatkan kebinasaan.

Pestisida alami adalah bahan-bahan yang berasal dari alam yang memiliki zat yang dapat mengusir hama, binatang dan penyakit. Pestisida ini dikenal juga dengan pestisida nabati karena bahannya merupakan bahan yang tidak memiliki zat kimia yang bersifat racun. Pestisida Nabati merupakan bahan aktif tunggal atau majemuk yang berasal dari tumbuhan yang bisa digunakan untuk mengusir organisme penggangu tumbuhan. Pestisida nabati ini bisa berfungsi sebagai penolak, penarik, anti fertilitas, pembunuh, dan bentuk lainnya.

Secara umum pestisida nabati diartikan sebagai pestisida yang bahan dasarnya dari tumbuhan yang relatif mudah didapat dan dibuat dengan kemampuan dan pengetahuan terbatas”. Jenis pestisida alam ini bersifat mudah larut dan terurai di alam sehingga tidak merusak lingkungan dan relatif aman bagi manusia dan ternak peliharaan karena residu (sisa-sisa zat) mudah hilang. Pestisida alami adalah merupakan pestisida yang aman bagi manusia dan lingkungan dan dapat menjaga ekosistem alam.

Dani mengatakan bahwa “di Indonesia terdapat banyak sekali jenis tanaman yang dapat dijadikan sebagai penghasil pestisida alam. Jenis tanaman tersebut mengandung zat yang berbeda-beda fungsinya ketika berperan sebagai pestisida”. Ada beberapa jenis tanaman yang berpotensi menjadi bahan pestisida, antara lain adalah tanaman biduri yang merupakan kelompok tanaman moluskisida. Tanaman sirih merupakan salah satu tanaman yang dapat mengusir dan membunuh populasi serangga.

Menurut Panjalu (2003:25) daun sirih merah memiliki kandungan senyawa kimia flavanoid, alkaloid, senyawa polevenolad, tannin dan minyak atsiri. Senyawa alkaloid dan tannon yang di kandungnya mempunyai sifat larvasida dan Insektisida.

Alkaloid pada sirih merah merupakan bahan metabolit sekunder yang paling banyak diproduksi di tanaman sekaligus mengandung nitogen sebagai bagian dari sistem heterosiklik. Nenek moyang kita telah memanfaatkan alkaloid dari sirih merah sebagai obat dan hingga saat ini semakin banyak alkaloid yang ditemukan dan diisolasi untuk obat modern.


Sedangkan Suwartiningsih (2005:12) menjelaskan bahwa “pestisida nabati bersifat ramah lingkungan kerena bahan ini mudah terdegradasi di alam sehingga aman bagi manusia maupun lingkungan”. Bahan yang digunakan tidak sulit untuk dijumpai. Pestisida nabati merupakan produk alam dari tumbuhan seperti daun, bunga, buah, biji, kulit, batang yang mempunyai kelompok metabolit sekunder atau senyaea bioaktif. Jadi daun sirih merupakan bahan insektisida yang aman bagi lingkungan dan bagi manusia.