Wednesday, November 18, 2015

PENGERTIAN SHALAT BERJAMAAH



Shalat berjamaah merupakan shalat yang dilakukan oleh sekurang-kurangnya dua orang yaitu imam dan makmum dalam mengerjakan shalat secara bersama-sama. Shalat berjamaah disyariatkan di negeri Madinah karena pada masa tersebut umat Islam sudah sangat banyak. Shalat berjamaah pertama kali dilakukan oleh nabi muhammad SAW bersama umatnya di kota Madinah Al-munawwarah dan yang menjadi muaddinnya adalah Bilal Bin Rabbah. Bilal Bin Rabbah merupakan Hamba Sahaya Nabi yang pertama masuk Islam dan setia kepada rasulullah sampai akhir hayatnya. Bilal Bin Rabbah merupakan salah satu orang yang dijanjikan surga oleh nabi Muhammad SAW karena ketabahan dan kesabaranya dalam menyiarkan dan menjalankan ajaran Islam.
Kata "jama'ah" berarti kumpul. Shalat berjamaah dari segi bahasa artinya sholat yang dikerjakan bersama-sama oleh lebih dari satu orang. Sedangkan menurut pengertian syara' adalah shalat yang dikerjakan bersama-sama oleh dua orang atau lebih, salah seorang diantaranya bertindak sebagai imam sedangkan lainnya manjadi ma'mum. Shalat jama'ah dapat dilakukan paling sedikit oleh dua orang dan dapat dilaksanakan di rumah, surau, masjid atau tempat layak lainnya.
Tempat yang paling utama untuk mengerjakan shalat fardhu adalah di masjid, demikian juga shalat jama'ah. Makin banyak jumlah jama'ahnya makin utama pahalanya dibandingkan dengan pahala shalat jama'ah yang sedikit pesertanya. Secara realita kita melihat bahwa jamaah yang banyak akan menang dibandingkan jamaah yang sedikit. Massa yang lebih banyak akan dapat mengalahkan massa yang lebih kecil. Oleh karena itu Islam menganjurkan umat Islam untuk bersatu dan mendirikan jamaah.
Shalat berjamaah adalah shalat yang dikerjakan oleh dua orang atau lebih secara bersama-sama, dimana salah satunya menjadi imam dan yang lainnya menjadi makmum. Sedangkan shalat munfarid adalah shalat yang dilakukan oleh seseorang dengan tidak mengikuti imam dan tidak menjadi imam. Shalat berjamaah merupakan suatu wadah dalam membangun persatuan dan kesatuan umat muslim.
Nabi Muhammad SAW tinggal di Mekkah setelah pengangkatan menjadi nabi yaitu tiga belas tahun lamanya. Shalat berjamaah sebenarnya sudah ada ketika nabi selesai menerima perintah shalat fardhu pada saat nabi di isra mikrajkan oleh Allah SWT. Nabi melakukan shalat berjamaah dengan malaikat Jibril. Hal itu terjadi karena Allah SWT memerintahkan malaikat Jibril untuk mengajarkan kepada Nabi Muhammad SAW tata cara dan waktu shalat fardhu yang diperintahkan kepada nabi Muhammad SAW pada malam isra. Malaikat jibril menjadi imam dan Nabi Muhammad SAW menjadi makmum.
Pada kesempatan lain juga nabi Muhammad mengajak sahabatnya Saidina Ali dan istrinya Siti Khatijah untuk melaksanakan shalat secara bersama-sama. Akan tetapi nabi Muhammad belum mensyiarkan shalat secara berjamaah kepada sahabat lainnya karena masih lemahnya kekuatan umat Islam ketika di Kota Mekkah. Nabi takut akan ada penganiayaan terhadap para sahabatnya pada ketika itu. Kekuatan non muslim pada saat itu masih kuat dan sangat kejam memperlakukan umat muslim yang mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW. 
Setelah tiga belas tahun nabi menyiarkan Islam di Kota Mekkah maka nabi hijrah ke Kota Madinah karena keadaan umat pada waktu itu dalam keadaan teraniaya. Di Kota Medinah, Nabi Muhammad SAW memerintahkan kepada umatnya untuk menjadikan shalat secara berjamaah menjadi syiar Islam. Warga kota Madinah menyambut baik perintah tersebut. Dan pada saat itulah azan pertama kali dikumandangkan oleh Bilal Bin Rabbah sebagai tanda masuknya waktu shalat dan mengajak umat Islam untuk berjamaah.