Tuesday, November 24, 2015

MUNASABAH DALAM AL-QUR'AN



Secara etimologi, munâsabah berarti muqarabah (kedekatan) atau musyakala (keserupaan). Az-Zarkaysi memberi contoh dengan kalimat, fulan yunasib fulan, yang artinya seseorang mendekati atau menyerupai seseorang. Dari kata munasabah bisa diambil  kata nasib, yang berarti hubungan kerabat dengan garis keturunan yang masih bersambung.
Secara terminologi, pengertian munasabah dirangkum dalam empat pengertian berikut ini.
Menurut Manna Khalil al-Qattan, munasabah adalah “sisi keterikatan antara beberapa ungkapan di dalam satu ayat, atau antara ayat pada beberapa ayat, atau antar surat (di dalam Al-Quran).”
Menurut Ibnu al-Arabi, munasabah adalah “ keterikatan ayat-ayat Al-Quran sehingga seolah-olah merupakan satu ungkapan yang mempunyai kesatuan makna dan keteraturan redaksi. Munasabah merupaka ilmu yang agung.”
Menurut Az-Zarkasih, munasabah adalah “suatu hal yang dapat dipahami.Tatkala dihadapkan kepada akal, pasti akal itu akan menerimanya.”
Menurut Al-Biqa’i, munasabah adalah suatu ilmu yang mencoba mengetahui alasan-alasan di balik susunan atau urutan bagian-bagian Al-Quran, baik ayat dengan ayat, atau surat dengan surat.” 
Berdasarkan empat pengertian ini, dapat dirumuskan bahwa  munasabah adalah ilmu yang mengkaji tentang adanya keterkaitan dan keterikatan antara ayat atau surat di dalam al-Quran yang bisa dipahami dengan akal yang sehat, sehingga bisa memudahkan para pengkaji al-Quran untuk memahami setiap ayat-ayat al-Quran.
Masukan Tulisan sobat disini.!
Masukan Tulisan sobat disini.!
Masukan Tulisan sobat disini.!
Masukan Tulisan sobat disini.!



C