Friday, November 20, 2015

Model Pembelajaran Learning Strategis Dalam Dunia Pendidikan




Sebelum menerapkan pembelajaran learning strategis pada lembaga pendidikan terlebih dahulu mengenal prinsip-prinsip learning strategis. “Model pembelajaran learning strategi merupakan salah satu model pembelajaran yang merujuk pada paradigma konstruktivis” (Wawan Wahyu, 1993:13)
Prinsip-prinsip learning strategis menurut Wawan Wahyu (1993:21) antara lain:
1)      Pengetahuan dibangun oleh siswa sendiri secara aktif tepat melalui proses personal maupun sosial.
2)      Pengetahuan tidak dapat dipindahkan maknanya dari guru terhadap siswa.
3)      Siswa membangun pengetahuannya secara terus menerus hingga terjadinya perubahan konsepsi yang sesuai dengan konsep ilmiah.
4)      Peran guru hanya membantu menyediakan sarana dan situasi agar proses pembentukan pengetahuan siswa dapat terjadi dengan mudah.

Model learning strategis dapat diartikan sebagai model yang melibatkan siswa dalam berbagai kegiatan pembelajaran seperti kegiatan eksperimen, diskusi, tanya jawab, menyajikan masalah, menginterprestasi, memprediksi dan menyimpulkan dengan menggunakan LKS. Model pembelajaran learning strategies yang dilandasi konstruktivis meliputi proses pemodelan, proses latihan, dan mengurangi dominasi guru di dalam kelas. Diharapkan model ini mampu memeratakan pengetahuan di dalam kelas kepada semua siswa.
Model pembelajaran learning strategies dirancang secara khusus untuk menunjang proses belajar siswa berkenaan dengan pengetahuan prosedural dan pengetahuan deklaratif yang terstruktur dengan baik dan dapat dipelajari selangkah demi selangkah. Pembelajaran learning strategies tidak sama dengan metode ceramah, tetapi ceramah dan resitasi berhubungan erat dengan model pembelajaran learning strategies.
Pembelajaran learning strategies memerlukan perencanaan dan pelaksanaan yang cukup rinci terutama pada analisis tugas. Pembelajaran learning strategies berpusat pada guru, tetapi harus tetap menjamin keterlibatan siswa. Jadi lingkungan belajar harus diciptakan yang berorientasi pada tugas-tugas yang diberikan kepada siswa.
Wawan Wahyu (1999) mengatakan bahwa keberhasilan model learning strategies ditentukan oleh lima (5) Faktor, yaitu:
1)      Terciptanya interpedensi positif antar siswa
2)      Adanya hubungan harmonis antar siswa
3)      Terjadinya tukar pikiran yang dilandasi pertanggungjawaban individu
4)      Adanya siswa yang mempunyai kemampuan atau pengetahuan yang lebih dalam setiap kelompok kecil.
5)      Adanya proses yang menunjang kegiatan siswa.

Tahapan pembelajaran melalui model pembelajaran learning strategis terdiri dari lima tahap, yaitu:
1.      Tahap orientasi
Pada tahap ini siswa diberi kesempatan untuk meningkatkan motivasi dalam mempelajari suatu topik tertentu untuk memusatkan perhatian siswa pada materi.
2.      Tahap elisitas
Pada tahap ini siswa dituntun untuk dapat menggunakan ide secara lisan ataupun tulisan dalam forum kelas, baik personal maupun kelompok.
3.      Tahap restrukturisasi
Tahap ini meliputi kegiatan:
a.       Klasifikasi
Gagasan seorang siswa yang dikontraskan dengan gagasan siswa lain melalui proses pemodelan dalam diskusi. Dengan adanya tukar pikiran, siswa dapat terangsang untuk merekonstruksi gagasannya jika tidak cocok atau untuk meyakinkan bila gagasan cocok.
b.      Modifikasi yaitu membangun gagasan baru
c.       Ekstensi
Siswa mengevaluasi gagasan baru melalui eksperimen atau demonstrasi sehingga menimbulkan perluasan konsepsi.
4.      Tahap Aplikasi, pada tahap ini pengetahuan yang diperoleh perlu diaplikasikan pada berbagai fenomena dalam kehidupan sehari-hari.
5.      Tahap Kaji ulang atau pemantapan, yaitu guru memberikan umpan balik terhadap siswa untuk merevisi konsep awal yang salah.
Beberapa aspek penting yang perlu dimunculkan guru dalam melaksanakan model pembelajaran learning strategies adalah menciptakan situasi belajar yang bebas dan terbuka kepada siswa agar mereka merasa leluasa dalam mengemukakan ide atau gagasan, memberikan kesempatan kepada siswa untuk dapat berpartisipasi aktif dan bebas bertanya kepada sesama teman atas dasar saling menghargai yang dilandasi tanggung jawab. Guru memberi permasalahan yang berkaitan dengan fenomena alam dalam kehidupan sehari-hari yang erat kaitannya dengan topik yang sedang dipelajari. Dan guru memberi tugas berupa LKS sebagai cara untuk mempermudah siswa mengungkapkan ide atau gagasannya secara tertulis.
Setiap model pembelajaran mempunyai kelebihan dan kelemahan. Adapun kelebihan model pembelajaran learning strategies antara lain:
a.       Membiasakan siswa siswa untuk bersikap tegas dan terbuka.
b.      Membiasakan siswa untuk menemukan konsep sendiri dalam memecahkan suatu masalah.
c.       Menciptakan kreativitas siswa dalam belajar sehingga tercipta suasana belajar yang kondusif.
d.      Menciptakan belajar menjadi lebih bermakna karena timbul rasa bangga dengan temuannya dalam percobaannya.
e.       Mempermudah guru dalam mencapai tujuan pembelajaran karena langkah-langkah model pembelajaran ini mudah diterapkan di lapangan.
f.       Menumbuhkan kreativitas guru dalam menciptakan alat dan media pembelajaran.
Sedangkan kelemahannya antara lain:
a.       Diperlukan waktu yang lama.
b.      Memerlukan laboratorium yang luas dan lengkap guna menunjang terlaksananya pembelajaran.
Bagi siswa yang belum terbiasa dengan belajar kelompok akan merasa asing serta sulit menguasai konsep.