Sunday, November 15, 2015

KONSEP PENGETAHUAN PENYAKIT KUSTA

Pengetahuan merupakan hasil tahu dan ini terjadi setalah seseorang melakukan pengindra terhadap suatu objek tertentu.Terjadi melalui pancaindra manusia,yakni indra penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh mata dan teliga.Pengetahuan kognitif domain sangat penting dalam membentuk tindakan seseorang (over behafior) (Notoadmodjo ,2003).
Tingkatan pengetahuan yang mencakup dalam domain kognitif mempunyai 6 (enam) tingkatan yaitu:
1.    Tahu  (know)
Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang telah dipelajari sebelumnya.Termasuk kedalam pengetahuan tingkat ini adalah mengigat kembali (recall)  suatu yang specifik dari seluruh bahan yang dipelajari atau rangsangan  yang telah diterima,  oleh karena itu tahu ini merupakan tingkat pengetahuan yang paling rendah (Notoatmodjo, 2003).

2.    Memahami  (comprehension)
Memahami diartikan sebagai suatu kemampuan untuk menjelaskn secara benar tentang objek yang diketahui dan dapat menginterprestasikan materi tersebut secara benar.Orang yang sudah faham terhadap suatu objek atau materi harus dapat menjelaskan,memberi contoh, menyimpulkan, meramalkan, dan sebagainya terhadap objek yang di pelajari (Notoatmodjo, 2003)
3.    Aplikasi (application)
Aplikasi diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakn materi yang telah dipelajari pada situasi ataukondisi yang sebenarnya. Aplikasi disini dapat diartikan sebagai aplikasi atau penggunaan hukum-hukum, rumus metode, prisip dan sebagainya. Dalam konteks atau situasi yang lain (Notoadmodjo, 2003)
4.    Analisis (analysis)
Analisis adalah kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu objek dalam komponen-komponen,tetapi masih di dalam suatu sruktur organisasi dan kaitannya satu sama lain (Notoadmodjo, 2003)
5.    Sintesis (synthesis)
Sintesis adalah suatu kemampuan untuk menyusun formulasi baru dari formulasi-formulasi yang ada .Sintesis menunjukkan kepada suatu kemampuan untuk meletakkan atau menghubungkan bagian-bagian didalam suatu bentuk keseluruhan yang baru (Notoadmodjo, 2003)
6.    Evaluasi (Evaluantion )
Evaluasi merupakan kemampuan untuk melakukan  penelitian terhadap suatu materi atau objek (Notoatmodjo, 2003).
Menurut Notoadmodjo (2003), yang mengatakan bahwa pengetahuan seseorang atau masyarakat di pengaruhi oleh faktor internal dan faktor external yang terdiri :
1.      Faktor Internal yaitu :
a.     Umur
Umur adalah  ibu sejak lahir sampai saat ini atau pada saat ulang tahun terakhir (datastatistikindonesia.com).
Umur  mempunyai kaitan erat dengan tingkat kedewasaan seseorang yang berarti kedewasaan teknis dalam arti keterampilan melaksanaan tugas maupun kedewasaan psikologis. dikaitkan dengan tingkat kedewasaan teknis, anggapan yang berprilaku ialah bahwa makin lama seseorang bekerja, kedewasaan teknisnya pun mestinya meningkat.pengalaman seseorang melaksanakan tugas tertentu secara terus menerus untuk waktu yang lama biasanya meningkatkan kedewasaan teknisnya ( Health, 2009 )
Umur dikategorikan dalam 3 kelompok yaitu :
a.       Umur < 20 tahun
b.      Umur 20-35 tahun
c.       Umur <35 tahun

b.         Paritas
Paritas adalah  jumlah anak yang telah dilahirkan seseorang ibu baik lahir hidup maupun mati ( jurnal medikal unhas, 2008 )
c.            Motivasi
Motivasi berasal dari kata laten moreve yang berarti dorangan dari dalam diri manusia untuk bertindak atau berprilaku. ( Notoatmodjo, 2010).

2.      Faktor external yaitu:
a.       Pendidikan
Pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tingkah laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan, proses, cara, perbuatan pendidikan(depdiknas, 2005).
Pendidikan secara umum adalah segala upaya yang direncanakan untuk mempengaruhi orang lain, baik individu, kelompok, atau  masyarakat sehingga mereka melakukan apa yang diharapkan oleh pelaku pendidikan (Notoatmodjo, 2003).
Dalam batasan ini tersirat unsur-unsur pendidikan,yaitu:
1.      Input adalah sasaran pendidikan (individu, kelompok, masyarakat) dan pendidikan untuk (pelaku pendidikan).
2.      Proses (upaya yang direncanakan untuk mempengaruhi orang lain).
3.      Output (melakukan apa yang diharapkan atau perilaku).
Menurut undang-undang RI NO.21 tahun 2003 pendidikan adalah jenjang pendidikan formal yang terdiriii atas pendidikan dasar, pendidikan menengah,pendidikan tinggi.pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan yang dilandasi  jenjang-jenjang pendidikan menegah yang berbentuk SD/sederajat serta SLTP/sederajat. Pendidikan  menengah  merupakan lanjutan pendidikan dasar  yang terdiri atas SLTA/sederajat. Pendidikan tinggi merupakan jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup pendidikan Diploma, sarjana, magister, spesialis dan dokter yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi (tempointeraktif.com).
a.       Sumber Informasi
Menurut Tugiman, 2005 informasi adalah keterangan pemberitahuan kabar berita tentang suatu media dan alat (sarana) komunikasi seperti koran, majalah, radio, poster dan spanduk. Media komunikasi adalah media yang digunakan pembaca untuk mendapatkan informasi sesesuatu atau hal tentang pengetahuan. Berkaitan dengan penyediaan informasi bagi manajemen dalam pengambilan keputusan, informasi yang diperoleh harus berkualitas, kualitas informasi tergantung tiga hal yaitu:
1)      Akurat, bebas dari kesalahan, tidak bisa atau menyesatkan.
2)      Tepat waktu, informasi yang disampaikan tidak terlambat.
3)      Relevan, informasi mempunyai mamfaat bagi pemakainya.

b.      Penyuluhan
Penyuluhan adalah kegiatan pendidikan yang dilakukan dengan cara menyebarkan pesan,menanamkan keyakinan, sehingga masyarakat tidak saja sadar, tahu dan mengerti, tetapi juga mau dan bisa melakukan suatu anjuran yang ada hubungannya dengan kesehatan.( Efendy, 2005)
c.       Persepsi
Persepsi adalah pengalaman tentang objek, peristiwa, atau hubunga-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan. ( Hernowo, 2009 )
d.      Lingkungan
Lingkungan adalah sebagai semua benda dan kondisi, termasuk didalamnya manusia dan tingkah perbuatannya, yang terdapat dalam ruang kondisi manusia berada dan mempenganruhi hidup serta kesejahteraan manusia dan jasad hidup lainnya ( Muunadjad danusaputro, SH, 2011).