Wednesday, November 18, 2015

FUNGSI KEDISIPLINAN PADA SEKOLAH



Disiplin diperlukan oleh siapa pun dan di mana pun. Hal itu disebabkan di mana pun seseorang berada, di sana selalu ada peraturan atau tata tertib. Soegeng Prijodarminto (2002:33) mengatakan “di jalan, di kantor, di toko, swalayan, di rumah sakit, di stasiun, naik bus, naik lift, dan sebagainya, diperlukan adanya ketertiban dan keteraturan”. Jadi, manusia mustahil hidup tanpa disiplin. Manusia memerlukan disiplin dalam hidupnya di mana pun berada. Apabila manusia mengabaikan disiplin, akan menghadapi banyak masalah dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, perilaku hidupnya tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku di tempat manusia berada dan yang menjadi harapan.
Tulus Tu’u (2004:37) mengatakan “disiplin berperan penting dalam membentuk individu yang berciri keunggulan”. Disiplin sangat penting dan dibutuhkan oleh setiap siswa. Disiplin menjadi prasyarat bagi pembentukan sikap, perilaku ,dan tata kehidupan berdisiplin, yang akan mengantar seorang siswa sukses dalam belajar dan kelak ketika bekerja.
Adapun fungsi disiplin menurut Tulus Tu’u (2004:38) yaitu sebagai berikut:
a.    Menata Kehidupan Bersama
Fungsi disiplin adalah mengatur tata kehidupan manusia, dalam kelompok tertentu atau dalam masyarakat. Dengan begitu, hubungan antara individu satu dengan yang lain menjadi baik dan lancar. Kehidupan bersama akan lebih terarah dengan adanya disiplin.
b.     Membangun Kepribadian
Lingkungan yang berdisiplin baik, sangat berpengaruh terhadap kepribadian seseorang. Apalagi seorang siswa yang sedang tumbuh kepribadiannya, tentu lingkungan sekolah yang tertib, teratur, tenang, tenteram, sangat berperan dalam membangun kepribadian yang baik.
c.   Melatih Kepribadian
Sikap, perilaku dan pola kehidupan yang baik dan berdisiplin tidak terbentuk serta-merta dalam waktu singkat. Namun, terbentuk melalui satu proses yang membutuhkan waktu panjang. Salah satu proses untuk membentuk kepribadian tersebut dilakukan melalui latihan.
d.      Pemaksaan
Dari pendapat itu, disiplin dapat terjadi karena dorongan kesadaran diri. Disiplin dengan motif kesadaran diri ini lebih baik dan kuat. Dengan melakukan kepatuhan dan ketaatan atas kesadaran diri, bermanfaat bagi kebaikan dan kemajuan diri. Sebaliknya, disiplin dapat pula terjadi karena adanya pemaksaan dan tekanan dari luar.
 e.   Hukuman
Tata tertib sekolah biasanya berisi hal-ha1 positif yang harus dilakukan oleh siswa. Sisi lainnya berisi sanksi atau hukuman bagi yang melanggar tata tertib tersebut. Ancaman sanksi / hukuman sangat penting karena dapat memberi dorongan dan kekuatan bagi siswa untuk menaati dan mematuhinya. Tanpa ancaman hukuman /sanksi, dorongan ketaatan dan kepatuhan dapat diperlemah. Motivasi untuk hidup mengikuti aturan yang berlaku menjadi lemah.
f.   Menciptakan Lingkungan yang Kondusif
Disiplin sekolah berfungsi mendukung terlaksananya proses dan kegiatan pendidikan agar berjalan lancar. Ha1 itu dicapai dengan merancang peraturan sekolah, yakni peraturan bagi guru-guru, dan bagi para siswa, serta peraturan-peraturan lain yang dianggap perlu. Kemudian diimplementasikan secara konsisten dan konsekuen.

Dengan demikian, sekolah menjadi lingkungan pendidikan yang aman, tenang, tenteram, tertib dan teratur. Lingkungan seperti ini adalah lingkungan yang kondusif bagi pendidikan. Dengan adanya disiplin maka proses belajar mengajar akan lebih terarah dan dapat mencapai tujuan pendidikan secara maksimal.
Menurut Surya Subroto ( 2001:95) disiplin sangat penting bagi perkembangan anak karena memenuhi beberapa kebutuhan tertentu antara lain :
1.      Memberi rasa aman dengan memberi tahu apa yang boleh dan apa yang tidak boleh  dilakukan.
2.      Sebagai pendorong ego yang mendorong anak mencapai apa yang diharapkan darinya.
3.      Persiapan mental yang kuat
4.      Anak belajar menafsir, bahwa pujian sebagai tanda rasa kasih sayang dan penerimaan.
5.      Memungkinkan hidup menurut standar yang disetujui kelompok siswa.
6.      Membantu anak mengembangkan hati nurani, suara hati, membimbing dalam mengambilkeputusan dan pengembangan tingkah laku.

Jadi, disiplin memiliki fungsi yang sangat sentral dalam mendukung terlaksananya proses belajar mengajar siswa di sekolah. Dengan adanya disiplin maka tujuan pendidikan nasional akan mudah dicapai.
Berkenaan dengan tujuan disiplin sekolah, Maman Abdurrahman (2001:123) mengemukakan bahwa tujuan disiplin sekolah adalah:
1.      Memberi dukungan bagi terciptanya perilaku yang tidak menyimpang
2.      Mendorong siswa melakukan yang baik dan benar
3.      Membantu siswa memahami dan menyesuaikan diri dengan tuntutan lingkungannya dan menjauhi melakukan hal-hal yang dilarang oleh sekolah
4.      Siswa belajar hidup dengan kebiasaan-kebiasaan yang baik dan bermanfaat baginya serta lingkungannya.

Dapat disimpulkan bahwa tujuan dari penerapan disiplin sekolah adalah untuk mengontrol prilaku siswa untuk tidak menyimpang dari nilai-nilai moral. Hal ini untuk mendapatkan hasil belajar yang baik. Berdisiplin sangat penting bagi setiap siswa. Berdisiplin akan membuat seorang siswa memiliki kecakapan mengenai cara belajar yang baik, juga merupakan suatu proses ke arah pembentukan watak yang baik.
Selanjutnya, Suherman (2001:65) mengemukakan pula tentang pentingnya disiplin dalam proses pendidikan dan pembelajaran untuk mengajarkan hal-hal sebagai berikut: 
1)      Rasa hormat terhadap otoritas/ kewenangan
Disiplin akan menyadarkan setiap siswa tentang kedudukannya, baik di kelas maupun di luar kelas, misalnya kedudukannya sebagai siswa yang harus hormat terhadap guru dan kepala sekolah.
2)      Upaya untuk menanamkan kerja sama
Disiplin dalam proses belajar mengajar dapat dijadikan sebagai upaya untuk menanamkan kerjasama, baik antara siswa, siswa dengan guru, maupun siswa dengan lingkungannya.
3)      Kebutuhan untuk berorganisasi
Disiplin dapat dijadikan sebagai upaya untuk menanamkan dalam diri setiap siswa mengenai kebutuhan berorganisasi.
4)      Rasa hormat terhadap orang lain
Dengan ada dan dijunjung tingginya disiplin dalam proses belajar mengajar, setiap siswa akan tahu dan memahami tentang hak dan kewajibannya, serta akan menghormati dan menghargai hak dan kewajiban orang lain.
5)      Kebutuhan untuk melakukan hal yang tidak menyenangkan
Dalam kehidupan selalu dijumpai hal yang menyenangkan dan yang tidak menyenangkan. Melalui disiplin siswa dipersiapkan untuk mampu menghadapi hal-hal yang kurang atau tidak menyenangkan dalam kehidupan pada umumnya dan dalam proses belajar mengajar pada khususnya.
 6)   Memperkenalkan contoh perilaku tidak disiplin
Dengan memberikan contoh perilaku yang tidak disiplin diharapkan siswa dapat menghindarinya atau dapat membedakan mana perilaku disiplin dan yang tidak disiplin.

Displin sangat penting dalam sebuah organisasi, terlebih dalam dunia pendidikan. Dengan adanya disiplin yang tinggi maka proses belajar mengajar akan lancer untuk dilaksanakan.