Sunday, November 15, 2015

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IBU DALAM PEMENUHAN NUTRISI



Menurut Asmadi (2008) beberapa faktor yang mempengaruhi ibu dalam melakukan pantangan makanan pada masa nifas adalah :
Pengetahuan
Pengetahuan merupakan hasil dari tahu, dan ini terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. Semakin tinggi pengetahuaan seorang ibu nifas tentang nilai gizi maka makin pandai pula dalam memilih makanan yang bernutrisi, sebaliknya bila tingkat pengetahuaanya rendah maka akan sulit dalam menentukan makanan dengan nilai gizi tinggi. ( Notoatmodjo S, 2007)
Pendidikan        
Pendidikan merupakan upaya agar masyarakat berperilaku atau mengadopsi perilaku kesehatan dengan cara persuasi, bujukan, imbauan, ajakan, memberikan informasi, memberikan kesadaran dan sebagainya . Semakin tinggi pendidikan seseorang maka semakin muda pula menangkap dan mencerna suatu informasi yang diberikan oleh petugas kesehatan dalam memberikan penyuluhan mengenai gizi, sebaliknya orang dengan pendidikan rendah akan sulit dalam mencerna informasi yang diberikan petugas Kesehatan. (Notoatmodjo S, 2007).
Notoatmodjo 2005, mengemukakan bahwa pendidikan adalah suatu proses yang terdapat unsur masukan dan unsur keluaran. Masukan adalah berupa sarana pendidikan, sedangkan unsur keluaran adalah berupa bentuk prilaku dan kemapuan baru dari sarana pendidikan. Berdasarkan intelektual secara operasional,tujuan pendidikan dibedakan menjadi 3 aspek yaitu kognitif  (pengetahuan), afektif (sikap) dan psikomotor (ketrampilan ).
Menurut ( Ihsan, 2001 ), jenjang pendidikan formal dibagi atas 3 katagori yaitu :
Pendidikan Dasar
Pendidikan Dasar meliputi pendidikan Sekolah Dasar ( SD/sederajat) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP ).
Pendidikan Menengah
Pendidikan Menengah meliputi Pendidikan Sekolah Menengah Atas ( SMA/Sederajat )
Pendidikan Tinggi
Pendidikan Tinggi meliputi Pendidikan Diploma III atau Perguruan Tinggi ( PT )
Ekonomi/ Pendapatan.
Ekonomi adalah ilmu yang mempelajari segala prilaku manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya dengan tujuan memperoleh kedamaian dan kesejahteraan dunia-akhirat.
Menurut DR. Soelisistijo, MBA ilmu ekonomi ,yaitu ilmu yang mempelajari bagaimana orang dan masyarakat menentukan pilihan mengenai penggunaan sumber daya yang langka dan mempunyai kemungkinan penggunaan alternatif untuk menghasilkan berbagai barang dan jasa serta mendistribusikan untuk konsumsi berbagai-bagai orang dan kelompok orang yang terdapat dalam masyarakat, baik kini maupun masa datang dan dengan menggunakan uang ataupun tidak.
Pendapatan adalah hasil yang diperoleh dari kerja atau usaha yang telah dilakukan. Pendapatan akan mempengaruhi gaya hidup seseorang. Orang atau keluarga yang mempunyai status ekonomi atau pendapatan tinggi akan mempraktikkan gaya hidup yang mewah misalnya lebih komsumtif karena mereka mampu untuk membeli semua yang dibutuhkan bila dibandingkan dengan keluarga yang kelas ekonominya kebawah. Penghasilan/ Pendapatan dikategorikan menjadi 3, yaitu : (Saraswati, 2009)
Tinggi jika penghasilan mencapai > Rp 2.000.000
Sedang jika penghasilan mencapai antara Rp 1.000.000-2.000.000
Rendah jika penghasilan ˂ Rp 1.000.000
(Dr.Suparyanto.blogspot.com/2010/07/konsep-dasar-status-ekonomi,html)
Pekerjaan merupakan suatu kegiatan yang dilakukan didalam atau diluar rumah. Lingkungan pekerjaan menjadikan seseorang memperoleh pengalaman dan pengetahuan baik secara langsung maupun tidak langsung (Waqid Iqbal M, 2007). Dengan bekerja tingkat interaksi dengan orang lain akan lebih tinggi sehingga secara tidak langsung dapat bertukar pengalaman maupun pengetahuan dalam memilih makanan. Jika seseorang tidak bekerja maka semakin jarang untuk berinteraksi dan bertukar pengalaman maupun pengetahuan tentang memilih makanan yang baik bagi tubuhnya. ( http://skripsi kesehatan.Blogspot.com/2011/05/gambaran-pengetahuan-tentang-nutrisi.html).
Informasi
Informasi adalah penerangan, pemberitahuan, kabar atau berita tentang sesuatu keseluruhan makna yang menunjang amanat. Karena dengan informasi yang adekuat ibu nifas akan lebih mudah dalam mendapatkan pengetahuan tentang kebutuhan nutrisi yang dibutuhkannya, namun dengan sulitnya informasi yang diterima membuat ibu minim pengetahuan mengenai nutrisi. (Waqid Iqbal M, 2007). Informasi adalah penerangan, ketrangan, pemberitahuan, pemberitahuan  kabar  atau berita tentang sesuatu melalui media dan alat sarana komunikasi seperti Koran, Majalah, Radio, Televisi, Spanduk dan Selebaran (Tugiman, 2006).
Pengertian media informasi.
Media informasi adalah media yang digunakan pembaca untuk mendapatkan suatu informasi atau hal tentang pengetahuan berkaitan dengan penyediaan informasi bagi manajemen dalam pengambilan keputusan, informasi yang di peroleh haruslah berkualitas (Tugiman, 2006).
Bila nutrisi ibu nifas tidak terpenuhi maka proses pemulihan kondisi ibu seperti sebelum hamil akan lebih lama dan produksi ASI berkurang, karena di dalam tubuh makanan akan diuraikan menjadi suatu zat yang nantinya akan digunakan tubuh dalam menjalankan fungsinya.
Salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan adalah menambah pengetahuan ibu dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi selama nifas yaitu melalui penyuluhan akan pentingnya asupan nutrisi bagi ibu nifas dan ibu yang mengalami luka perenium /heating. Meningkatkan cakupan posyandu pada ibu nifas sehingga dapat lebih memantau keadaan ibu nifas terutama yang berhubungan dengan kebutuhan nutrisi.